China Alokasikan Rp141 T untuk Perangi Virus Korona, Termasuk Biayai Industri Kecil yang Rugi
BEIJING, iNews.id - China mengalokasikan dana total 71,85 miliar yuan atau sekitar Rp141,6 triliun untuk menangani wabah virus korona yang hingga kini sudah merenggut lebih dari 900 nyawa.
Menteri Keuangan China Liu Kun, seperti dikutip dari Xinhua, Senin (10/2/2020), mengatakan, hingga Sabtu pekan lalu pukul 18.00 waktu setempat, sebanyak 31,55 miliar yuan atau sekitar Rp62,2 triliun di antaranya sudah digunakan.
Dia menekankan pengawasan pengeluaran dana telah diperketat untuk memastikan uang yang dikeluarkan tepat sasaran.
Otoritas keuangan pusat, lanjut dia, akan terus mengeluarkan kebijakan demi mendukung pengendalian epidemi virus korona.
AS Siapkan Bantuan Rp1,3 Triliun untuk China demi Perangi Virus Korona
Dana tak hanya dialokasikan ke sektor yang terkait langsung dengan penanganan medis, melainkan hal pendukung lainnya.
Bisnis beberapa perusahaan kecil terpukul dengan penghentian aktivitas dan perjalanan selama liburan Tahun Baru Imlek dan musim semi.
Arsitek RS Virus Korona China yang Dibangun 10 Hari Ternyata Kelahiran Indonesia, Ini Sosoknya
Menurut Liu, otoritas fiskal di semua tingkatan harus siap meringankan kesulitan bagi industri kecil sehingga mereka bisa melanjutkan produksi.
China juga membangun dan telah mengoperasikan dua rumah sakit rujukan virus korona di Kota Wuhan, Hubei. Dua RS yang dibangun dalam hitungan 10 hari itu memiliki daya tampung 1.600 tempat tidur.
Wuhan merupakan kota pusat penyebaran wabah virus korona, sehingga tak heran penderita terbanyak berada di kota berpenduduk 11 juta jiwa itu.
Sementara itu korban meninggal akibat virus korona baru di China hingga Senin menjadi 908 orang atau ada penambahan 97 jumlah kematian dibandingkan sehari sebelumnya. Korban meninggal terbanyak berada di Hubei yakni 91 orang.
Jumlah penderita yang terinfeksi juga bertambah lebih dari 3.000 orang menjadi 40.171 di seluruh China sejak virus ini pertama kali terdeteksi pada akhir Desember 2019. Di Hubei saja, penambahan kasus baru sebanyak 2.618.
Editor: Anton Suhartono