Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Ancam Iran Lagi, Negosiasi Buntu Berarti Serangan Jilid 2
Advertisement . Scroll to see content

China Bakal Larang Impor Makanan dari Sejumlah Daerah Jepang, Ini Sebabnya

Jumat, 07 Juli 2023 - 11:37:00 WIB
China Bakal Larang Impor Makanan dari Sejumlah Daerah Jepang, Ini Sebabnya
Ilustrasi makanan Jepang berbasis bahan produk akuatik. (Foto: Pixabay)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id China bakal melarang impor makanan dari sejumlah daerah Jepang karena alasan keamanan. Keputusan tersebut diumumkan oleh Bea dan Cukai China pada Jumat (7/7/2023), menyusul langkah Jepang untuk membuang air yang terkontaminasi zat radioaktif bekas PLTN Fukushima ke laut.

China adalah importir terbesar makanan laut Jepang. Kini, Beijing menyatakan akan meninjau secara ketat dokumen makanan, terutama produk akuatik, dari beberapa daerah di Jepang. Bea dan Cukai China juga menyatakan akan terus memperketat pendeteksian dan pemantauan zat radioaktif untuk memastikan keamanan makanan yang diimpor dari Jepang dengan melarang makanan dari 10 prefektur di negeri sakura itu.

Langkah tersebut untuk mencegah ekspor makanan Jepang yang terkontaminasi radioaktif ke Tiongkok, di samping melindungi keamanan pangan impor konsumen China.

Selama berminggu-minggu, China secara terbuka menentang langkah Jepang untuk membuang air radioaktif yang diolah dari PLTN Fukushima ke laut.

Namun, Badan Energi Atom Internasional (IAEA)—yang berada di bawah naungan PBB—pada pekan ini telah memberi lampu hijau kepada Jepang untuk mulai melepaskan lebih dari 1 juta metrik ton air limbah tersebut. Air itu dulunya digunakan untuk mendinginkan reaktor PLTN Fukushima setelah rusak akibat tsunami 2011.

China memandang sikap IAEA itu tidak sepenuhnya mencerminkan pandangan semua ahli yang terlibat dalam proses penilaian. Beijing juga berpendapat, kesimpulan dalam laporan IAEA tersebut tidak didukung dengan suara bulat oleh para ahli.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut