Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Transaksi Kini Bisa Pakai QRIS di China, Gubernur BI: Cukup Gunakan Ponsel
Advertisement . Scroll to see content

China: Demonstrasi Rusuh di Hong Kong Tanda-Tanda Munculnya Terorisme

Senin, 12 Agustus 2019 - 19:49:00 WIB
China: Demonstrasi Rusuh di Hong Kong Tanda-Tanda Munculnya Terorisme
Yang Guang, juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau saat jumpa pers di Beijing (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Situasi Hong Kong semakin memanas, setelah bentrokan dalam aksi unjuk rasa di akhir pekan, lebih dari 5.000 demonstran menduduki Bandara Internasional Hong Kong, Senin (12/8/2019).

Otoritas bandara pun membatalkan semua penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan, sejak Senin siang.

Pemerintah China menyebut rangkaian aksi unjuk rasa yang berlangsung rusuh di Hong Kong sampai melumpuhkan sarana transportasi sebagai tanda-tanda munculnya terorisme.

Unjuk rasa, disebut pemerintah sudah berubah kepada aksi kekerasan, seperti melempar bom Molotov ke polisi.

"Para demonstran radikal Hong Kong telah berulang kali menggunakan alat yang sangat berbahaya untuk menyerang petugas kepolisian, yang sudah menjadi kejahatan serius dengan kekerasan. Ini menunjukkan tanda-tanda pertama terorisme muncul," kata Yang Guang, juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, dikutip dari AFP.

Dia menyebut aksi kekerasan telah menginjak-injak hukum di Hong Kong serta mengganggu ketertiban umum.

Pernyataan Yang ini disampaikan sehari setelah ribuan demonstran pro-demokrasi menolak peringatan pihak berwenang agar tidak melakukan pawai di pekan ke-10 unjuk rasa.

Kepolisian Hong Kong menembakkan gas air mata ke arah demonstran di berbagai lokasi.

Dua media pemerintah Hong Kong, yakni tabloid Global Times dan People's Daily, memuat video berdurasi 1 menit yang mengompilasi tayangan pengangkutan kendaraan-kendaraan lapis baja serta pasukan menuju Shenzhen, perbatasan Hong Kong.

Video itu memperlihatkan puluhan truk pengangkut kendaraan lapis baja melewati Kota Guangzhou dan truk lainnya meninggalkan Provinsi Fujian.

Disebutkan dalam caption video People's Daily, Kepolisian Bersenjata Rakyat China (PAP) bertugas dalam menangani kerusuhan, kekerasan, kejahatan, serangan teror, serta gangguan keamanan masyarakat lainnya.

Sementara itu Global Times melaporkan, PAP berkumpul di Shenzhen, sebuah kota yang berbatasan dengan Hong Kong, sebelum menggelar latihan berskala besar.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut