China Eksplorasi Titik Terdalam di Bumi, Cari Sumber Daya Alam Langka Saingi Jepang
BEIJING, iNews.id - China mengukir rekor baru penyelaman wahana berawak terdalam di dunia. Dalam eksplorasi tersebut, China berupaya mencari sumber daya alam langka menyaingi Jepang.
Kantor berita Xinhua melaporkan, kapal selam bernama "Fendouzhe" berhasil menyentuh dasara palung samudera terdalam di bumi, Palung Mariana, pada Selasa (10/11/2020) pagi waktu setempat.
Misi tersebut sebenarnya sudah dimulai sebulan sebelumnya, dimana titik pemberangkatan tim dari Provinsi Hainan.
Dalam eksplorasi kedua, tim dari China berhasil menurunkan wahana berawak pada kedalaman sekitar 10.909 meter (35.790 kaki). Sebelumnya, pada penyelaman pertama tim China hanya berhasil mencapai 800 meter (2.624 kaki).
China Larang Produk Ikan Beku Indonesia Masuk, Ini Alasannya
Rekor penyelaman wahana berawak ke Palung Mariana masih dipegang oleh penjelajah bawah laut Amerika Serikat, Victor Vescovo, yang mengklaim telah mencapai kedalaman 10.297 meter (10,9 km) pada Mei 2019.
Eksplorasi China cari sumber daya alam langka di dasar laut terdalam
Penghancuran Pangkalan Militer AS di Kamboja, Diduga Ada Kerja Sama Rahasia dengan China
Kepala perancang wahana selam berawal China, Ye Cong, mengatakan penyelaman kali ini bukan hanya untuk memperbaiki catatan sebelumnya. Dalam eksplorasi terbarunya, Ye ingin memetakan dasar laut terdalam yang melimpah dengan sumber daya.
"Peralatan selam berteknologi tinggi dapat membantu kita menggambar "peta harta karun" laut dalam dengan lebih baik," kata Ye.
Sementara itu, media resmi Partai Komunis yang berkuasa menulis eksplorasi laut dalam penting untuk lebih memahami "lanskap strategis internasional."
"Sebagai contoh, Jepang baru-baru ini menemukan sumber daya alam yang jarang ditemui di Samudera Pasifik. Di mana cadangan yang dapat dipulihkan dikatakan 1.000 kali lebih banyak daripada di darat."
"Dasar laut adalah dunia yang sama sekali baru. Jika kita tidak menjelajahi dunia ini, orang lain akan jelajahi itu," tulisan di People Daily.
China berambisi saingi Jepang peroleh logam Earth Rare
Dalam eksplorasi di laut dalam, Jepang menemukan sumber daya tanah jarang (Rare Earth--yang merupakan logam dan unsur kimia terdiri dari 17 unsur yang muncul dalam tabel periodik. Sumber daya tersebut penting untuk produksi produk berteknologi tinggi seperti smartphone, sistem rudal dan radar--yang saat ini dikendalikan China.
Beijing bekerja keras untuk memastikan dominasinya di area ini. Pada bulan Juli, pemerintah Cina menaikkan kuota untuk penambangan rare earth ke rekor tertinggi, setinggi 140.000 ton (140 juta kilogram).
Menurut surat kabar China Daily, China telah berinvestasi di perusahaan tanah jarang di Greenland karena peluang ekonomi muncul di kawasan Arktik. Namun, Negeri Tirai Bambu kini menghadapi persaingan ketat dari negara-negara di seluruh dunia.
Pada tahun 2018, para peneliti Jepang membuat apa yang disebut sebagai temuan "pengubah permainan" di pulau kecil Minamitori di Samudra Pasifik, di mana jutaan ton rare earth yang sangat berharga ditemukan di lumpur laut dalam di dekatnya.
Editor: Arif Budiwinarto