Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bos Perusahaan Bagikan Bonus Rp400 Miliar, Bantu Karyawan Bayar Cicilan
Advertisement . Scroll to see content

China: Kami Negara Pertama di Dunia Berhasil Lewati Pandemi Covid-19

Selasa, 08 September 2020 - 14:29:00 WIB
China: Kami Negara Pertama di Dunia Berhasil Lewati Pandemi Covid-19
Presiden China, Xi Jinping, mengklaim negaranya merupakan yang pertama berhasil mengatasi pandemi Covid-19. (foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - China mengklaim telah berhasil melewati pandemi Covid-19 yang disebut sebagai ujian virus paling luar biasa dan bersejarah bagi Negeri Tirai Bambu, demikian yang dikatakan Presiden Xi Jinping.

Dalam pidatonya di acara penghargaan bagi para pekerja medis di Beijing, Selasa (8/9/2020), Presiden Xi mengapresiasi para profesional di sektor kesehatan, dokter, perawat, serta pakar atas kerja keras mereka membawa China keluar dari situasi sulit Covid-19.

Presiden Xi juga berkesempatan mengalungkan medali "pahlawan" kepada empat petugas medis di depan ratusan delegasi. Semua undangan acara penghargaan tersebut datang mengenakan masker serta pin bunga merah besar.

"Kami telah melewati ujian wabah virus luar biasa dan bersejarah ini," kata Presiden Xi dikutip dari AFP, Selasa (8/9/2020).

"Kami lebih dulu sukses dalam mengatasi peperangan antara manusia melawan virus. Kami berada terdepan dalam pemulihan ekonomi dan melawan Covid-19 di seluruh dunia," lanjutnya.

China jadi sorotan tajam dari Amerika Serikat dan Australia yang meyakini Covid-19 sebagai virus buatan Negeri Tirai Bambu. Washington dan Canberra mendorong panel internasional melakukan investigasi kemunculan virus tersebut.

Zhong Nanshan, salah seorang dokter penerima medali kehormatan dari Presiden Xi Jinping, mengatakan para peneliti di China secara terbuka mempersilakan bagi lembaga atau panel apapun yang berencana melakukan investigasi mengenai asal muasal virus itu.

"Kami akan bergabung dengan pekerja medis di seluruh dunia untuk terus berjuang melacak asal mula virus tersebut," kata Zhong.

Pada Juni lalu, dua tim dari WHO sudah terbang ke China untuk melacak awal mula virus tersebut serta mencari kunci strain-nya.

Sempat jadi epicenter Covid-19 setelah kasus pertama muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei pada Desember 2019, China melakukan pembatasan wilayah (lockdown) di beberapa kota besar. Langkah tersebut disertai kebijakan sosial-ekonomi strategis lainnya dinilai berhasil menekan pergerakan orang sehingga penyebaran virus dapat dikendalikan.

Pada April, China pernah mencatat nihil kasus baru selama lebih dari 30 hari. Namun, pada Mei negara itu mengalami gelombang kedua Covid-19 setelah ratusan kasus infeksi baru ditemukan di kota Beijing.

Setelah itu, kurva penularan Covid-19 di China daratan mengalami penurunan yakni kurang dari 100 kasus per hari. Dasar inilah yang kemudian dipakai pemerintah melonggarkan aturan lockdown serta membuka pusat bisnis, pusat keramaian, pariwisata dan terakhir sekolah.

Sampai Selasa (8/9) ini jumlah kasus infeksi Covid-19 di China mencapai 85.144, angka kematian sebanyak 4.634 serta 80.335 orang dinyatakan sembuh.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut