Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ikrar Nusa Bhakti Sebut AS Justru Ingin Akhiri Perang, Bongkar Andil China untuk Iran
Advertisement . Scroll to see content

China Karantina Kota Wuhan akibat Virus Korona, 17 Orang Meninggal

Kamis, 23 Januari 2020 - 08:49:00 WIB
China Karantina Kota Wuhan akibat Virus Korona, 17 Orang Meninggal
Seorang staf memeriksa suhu tubuh para penumpang di stasiun kereta Hankou, Wuhan (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Otoritas China mengarantina kota pusat wabah virus korona, Wuhan, di Provinsi Hubei, Kamis (23/1/2020). Semua penerbangan, kedatangan maupun keberangkatan, dibatalkan serta tranportasi lain.

Sejauh ini 17 orang meninggal dan 570 lainnya dinyatakan positif terjangkit virus yang menyebabkan gangguan pernapasan mirip SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) itu. Sebagian besar korban berada di Wuhan, di mana pasar sea food yang menjual produk secara ilegal diidentifikasi sebagai pusat penyebaran.

Baca Juga: Virus Korona Bisa Menyebar Cepat, 9 Orang Meninggal dan 440 Lainnya Terjangkit di China

Pihak berwenang di Wuhan menangguhkan semua perjalanan bus dan kereta bawah tanah serta mengatakan tak ada warga yang boleh meninggalkan kota tanpa alasan kuat. Wuhan merupakan kota pusat transpotasi berpenduduk 11 juta jiwa.

Pusat komando khusus antivirus Wuhan menyatakan, langkah-langkah karantina yang dimulai pukul 0200 GMT dimaksudkan untuk memotong mata rantai penyebaran virus.

"Secara tegas mengekang wabah dan menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat," kata pusa komando, dikutip dari AFP.

Departemen pariwisata dan budaya Kota Wuhan juga membatalkan semua tur pariwisata hingga 8 Februari. Acara festival liburan Tahun Baru Imlek, yang seharusnya dimulai Jumat, juga dibatalkan.

Baca Juga: AS Laporkan Kasus Pertama Virus Korona, Sejumlah Bandara Internasional Diamankan

Tanda pagar 'Wuhan ditutup' menjadi tren di platform media sosial Weibo dengan digunakan sebanyak lebih dari 30 juta kali.

Virus korona memicu perhatian global karena kemiripannya dengan SARS yang menewaskan hampir 650 orang di seluruh China dan Hong Kong pada 2002 hingga 2003. Seperti SARS, virus korona ditularkan melalui saluran pernapasan.

Beberapa negara sudah melaporkan kasus korona, yakni Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Amerika Serikat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (22/1/2020), menunda mengeluarkan keputusan apakah kasus virus korona sebagai kondisi darurat kesehatan global atau tidak. Jika dinyatakan sebagai darurat global, maka ini keputusan sangat langka yang hanya dikeluarkan dalam situasi buruk.

Setelah pertemuan komite darurat di Jenewa, Swiss, bos WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku masih membutuhkan informasi lebih lanjut.

Komite darurat akan bertemu lagi pada Kamis, setelah ketuanya, Didier Houssin, mengatakan para ahli berbeda pendapat untuk menentukan status darurat kesehatan global.

Mengomentari soal pemblokiran transportasi di Wuhan, Houssin memuji kesigapan otoritas China.

"Dengan memiliki tindakan sigap tidak hanya mereka akan mengendalikan wabah di sana tapi juga akan meminimalisasi kemungkinan penyebaran virus secara internasional," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut