Cuci Sayuran di Sungai, Petani Tewas Diinjak-injak Gajah yang Kelaparan

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 17 April 2020 - 16:09 WIB
Cuci Sayuran di Sungai, Petani Tewas Diinjak-injak Gajah yang Kelaparan

Ilustrasi gajah yang sedang mencari makan. (Foto: AFP)

BANGKOK, iNews.id – Seorang petani di Chiang Mai, Thailand, diinjak-injak hingga tewas oleh seekor gajah yang sedang mencari makan. Polisi setempat menuturkan, insiden tragis tersebut terjadi ketika pengelola taman satwa di kota itu tengah kesulitan memberi makan gajah-gajah mereka akibat dampak dari pandemi virus corona (Covid-19).

Chiang Mai selama ini dikenal sebagai destinasi wisata utama di wilayah utara Thailand. Kota itu populer dengan ragam kuliner, budaya, dan berbagai taman satwanya yang menjanjikan pengalaman berkesan seumur hidup. Akan tetapi, sejak wabah corona melanda Thailand, terjadi penurunan jumlah pengunjung yang drastis di kota itu.

Dengan lumpuhnya kegiatan penerbangan global, para pemerhati satwa pun kini merasa khawatir gajah-gajah itu akan mati kelaparan, karena para pemilik tidak lagi punya uang untuk memberi makan mereka.

Rabu (15/4/2020) lalu, seekor gajah milik sebuah kamp sedang mencari makan di sungai dangkal ketika bertemu seorang penduduk desa setempat. “Karena tidak ada turis akibat wabah Covid-19, gajah itu ditempatkan di dekat sungai. Gajah itu lalu mengarungi sungai untuk mencari makanan,” ungkap Kapten Polisi Suchart Thippayawong, kepada AFP, Jumat (17/4/2020).

“Gajah itu lalu membunuh seorang warga desa berusia 69 tahun saat korban tengah membersihkan sayuran di sungai tersebut,” katanya.

Tidak ada tuntutan yang diajukan keluarga korban terhadap pemilik gajah itu. Akan tetapi, polisi masih terus berusaha mengumpulkan bukti dalam kasus itu.

Menurut perkiraan, ada sekitar 2.000 gajah yang diberdayakan di sektor pariwisata Thailand. Para aktivis satwa mengatakan, hewan-hewan mamalia itu disimpan dalam kondisi yang penuh tekanan, karena mereka terus dilatih melakukan atraksi agar bisa menarik perhatian wisatawan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil