Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terjebak di Kamboja 2 Minggu karena Tak Sanggup Beli BBM, Kapal Pesiar Mewah Lanjut Berlayar
Advertisement . Scroll to see content

Daftar Politisi Muslim Menang Pemilu AS: Ada Keturunan Palestina hingga Mualaf

Kamis, 05 November 2026 - 12:00:00 WIB
Daftar Politisi Muslim Menang Pemilu AS: Ada Keturunan Palestina hingga Mualaf
Sejumlah politisi Muslim menang dalam pemilu paruh waktu AS 2026, Selasa (3/11/2026) (Grafis: iNews.id/AI)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Sejumlah politisi Muslim mencatat kemenangan dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) 2026, Selasa (3/11/2026). Mereka merebut dan mempertahankan kursi di Kongres hingga parlemen negara bagian, di tengah kampanye politik yang diwarnai perdebatan mengenai identitas agama dan dukungan Washington terhadap Israel.

Salah satu kemenangan paling bersejarah diraih Abdul El Sayed. Politisi Partai Demokrat keturunan Mesir itu menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS setelah mengalahkan kandidat Partai Republik Mike Rogers di Michigan.

Selain Sayed, ada Rashida Tlaib, anggota Kongres keturunan Palestina yang kembali memenangkan pemilihan di Michigan. Dia menjadi salah satu tokoh Muslim yang paling dikenal di Washington karena konsisten menyuarakan hak-hak rakyat Palestina.

Dikutip dari Anadolu, Kamis (15/11/2026), sedikitnya tujuh politisi Muslim berhasil mendapatkan kursi di Kongres AS dalam pemilu paruh waktu. Jumlah tersebut terdiri atas satu senator dan enam anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Sementara itu, sejumlah politisi Muslim dan keturunan Arab lainnya juga memenangkan pemilihan di tingkat negara bagian.

Daftar Politisi Muslim yang Memenangkan Pemilu AS

1. Abdul El Sayed, Muslim Pertama Jadi Anggota Senat AS

Sayed mencatat sejarah setelah memenangkan pemilihan Senat AS dari Michigan. Dia mengalahkan kandidat Partai Republik Mike Rogers dalam perebutan kursi yang ditinggalkan Senator Gary Peters.

Kemenangan tersebut menjadikannya Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Senat AS. Pria 42 tahun itu merupakan putra imigran Mesir.

Sebelum terjun ke politik elektoral, dia dikenal sebagai dokter dan mantan pejabat kesehatan masyarakat. Dia pernah menjabat sebagai direktur eksekutif Dinas Kesehatan Detroit.

Dalam kampanyenya, Sayed mengusung program layanan kesehatan universal, pengendalian biaya hidup, serta pembatasan pengaruh perusahaan besar dalam politik.

Dia juga mengkritik bantuan militer tanpa syarat AS kepada Israel dan menyebut operasi militer Israel di Gaza sebagai genosida.

Kemenangannya menjadi sorotan karena selama kampanye dia menghadapi serangan politik yang menyinggung identitas agamanya. Presiden Donald Trump dan sejumlah politisi Republik bahkan berusaha mengaitkannya dengan kelompok ekstremis Islam, meski tuduhan tersebut tidak disertai bukti pendukung.

2. Rashida Tlaib, Politisi Muslim Keturunan Palestina

Rashida Tlaib kembali memenangkan kursi DPR AS dari Distrik ke-12 Michigan. Kemenangan tersebut membuatnya memperoleh masa jabatan kelima di Kongres.

Tlaib merupakan politisi Partai Demokrat keturunan Palestina. Orang tuanya berasal dari keluarga Palestina yang kemudian menetap di AS.

Dia mencatat sejarah pada 2018 sebagai salah satu dari dua perempuan Muslimah pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS, bersama Ilhan Omar.

Selama berada di Kongres, Tlaib dikenal lantang mengkritik kebijakan pemerintah AS terhadap Israel, terutama bantuan persenjataan dan operasi militer di Jalur Gaza.

Dia juga memperjuangkan perlindungan warga sipil Palestina serta hak rakyat Palestina untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Dalam pemilu 2026, Tlaib mengalahkan kandidat Republik James Hooper untuk mempertahankan kursinya.

3. Ilhan Omar, Pengungsi Somalia yang Menjadi Anggota Kongres

Ilhan Omar kembali memenangkan pemilihan untuk mewakili Distrik ke-5 Minnesota di DPR AS.

Politisi Partai Demokrat tersebut berhasil mengamankan masa jabatan kelima setelah mengalahkan kandidat Republik John Nagel dan kandidat independen DeVelle Jackson.

Omar merupakan perempuan Muslimah keturunan Somalia yang datang ke AS sebagai pengungsi ketika berusia 12 tahun.

Dia menjadi salah satu dari dua perempuan Muslimah pertama yang terpilih ke Kongres pada 2018 bersama Rashida Tlaib.

Omar dikenal sebagai salah satu politisi yang kerap mengkritik kebijakan luar negeri AS, termasuk dukungan militer Washington kepada Israel.

4. Adam Hamawy, Dokter yang Pernah Merawat Korban Perang Gaza

Adam Hamawy menjadi salah satu pendatang baru yang mencuri perhatian dalam pemilu AS 2026.

Dokter bedah keturunan Mesir-Amerika itu memenangkan pemilihan Distrik ke-12 New Jersey setelah mengalahkan kandidat Republik Gregg Mele.

Kemenangan tersebut menjadikannya Muslim pertama yang mewakili New Jersey di Kongres AS.

Pria 56 tahun itu merupakan mantan dokter bedah militer Angkatan Darat AS yang pernah bertugas di Irak.

Namanya semakin dikenal setelah menjadi relawan medis di Rumah Sakit Eropa di Gaza pada 2024. Di sana, dia merawat warga Palestina yang terluka akibat serangan Israel, termasuk anak-anak.

Dalam kampanyenya, Hamawy mengusung perluasan layanan kesehatan, penghapusan utang medis dan pendidikan, serta penghentian bantuan militer AS kepada Israel.

5. Darializa Avila Chevalier, Mualaf yang Menang di New York

Darializa Avila Chevalier juga berhasil memenangkan kursi DPR AS dari distrik ke-13 New York.

Perempuan keturunan Dominika berusia 33 tahun tersebut merupakan seorang mualaf yang sebelumnya aktif sebagai penyelidik hak-hak sipil dan mahasiswa doktoral.

Dia mendapat tiket pencalonan Partai Demokrat setelah mengalahkan petahana Adriano Espaillat dalam pemilihan pendahuluan pada Juni 2026.

Dalam pemilu November, Chevalier meraih lebih dari 85 persen suara berdasarkan laporan media internasional.

Dia dikenal aktif dalam gerakan masyarakat dan advokasi hak-hak Palestina.

Kemenangannya menambah jumlah perempuan Muslim yang duduk di Kongres AS.

6. Andre Carson, Muslim yang Sudah Lama Berkiprah di Kongres

Andre Carson kembali mempertahankan kursinya sebagai anggota Kongres dari distrik ke-7 Indiana.

Politikus Partai Demokrat tersebut merupakan anggota Kongres Muslim dengan masa pengabdian terlama di DPR AS.

Dia pertama kali terpilih pada 2008 dan terus mempertahankan kursinya dalam sejumlah pemilu berikutnya.

Carson dikenal memperjuangkan kesetaraan, hak-hak sipil, serta bantuan kemanusiaan.

Dia juga aktif dalam berbagai isu hubungan internasional dan perlindungan kelompok minoritas.

7. Lateefah Simon, Aktivis Hak Sipil yang Kembali Terpilih

Lateefah Simon berhasil mempertahankan kursinya sebagai anggota Kongres dari Distrik ke-12 California.

Politisi Partai Demokrat tersebut sebelumnya dikenal sebagai aktivis hak-hak sipil dan pernah memimpin Akonadi Foundation.

Simon mulai bertugas di Kongres pada 2025 setelah memenangkan pemilu sebelumnya.

Dalam pemilu paruh waktu 2026, dia kembali mendapat kepercayaan pemilih untuk mewakili wilayah East Bay di California.

Politikus Muslim Keturunan Palestina Menang di Parlemen Negara Bagian

Selain tujuh politisi Muslim yang memenangkan kursi di Kongres AS, sejumlah tokoh keturunan Palestina juga meraih kemenangan di parlemen negara bagian.

Salah satunya Aber Kawas, politisi keturunan Palestina yang memenangkan kursi Senat Negara Bagian New York dari Distrik ke-12.

Kawas merupakan aktivis masyarakat keturunan Palestina. Keluarganya termasuk keluarga pengungsi yang terusir dari tanah Palestina pada 1948.

Dia mengusung sejumlah isu, antara lain perumahan terjangkau, layanan kesehatan, hak imigran, serta penolakan terhadap bantuan militer AS kepada Israel.

Kemenangannya menjadi sorotan karena dia merupakan salah satu perempuan Muslimah keturunan Palestina yang berhasil menembus lembaga legislatif negara bagian.

Selain Kawas, Iman Jodeh dan Ruwa Romman juga dilaporkan memenangkan pemilu di Colorado dan Georgia. Keduanya merupakan politisi keturunan Palestina yang aktif memperjuangkan hak-hak komunitas Arab-Amerika.

Dengan kemenangan tersebut, keterwakilan politisi Muslim dan keturunan Arab di AS semakin meluas, tidak hanya di Kongres AS tapi juga parlemen negara bagian.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut