Dampak Perang Timur Tengah, Sri Lanka Liburkan Kantor dan Sekolah Setiap Rabu demi Hemat BBM
KOLOMBO, iNews.id - Kedahsyatan dampak perang Timur Tengah dirasakan Sri Lanka. Negara Asia Selatan itu pun memberlakukan serangkaian kebijakan baru demi menghemat energi dan bahan bakar minyak (BBM).
Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah memangkas hari kerja dalam sepekan menjadi 4 hari, dari sebelumnya 5 hari. Pemerintah menetapkan Rabu sebagai hari libur untuk instansi pemerintah, kecuali layanan darurat dan penting seperti fasilitas kesehatan dan imigrasi.
"Kita harus bersiap untuk yang terburuk, tapi berharap untuk yang terbaik," kata Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake, dalam pertemuan darurat dengan para pejabat senior, seperti dikutip dari BBC, Selasa (17/3/2026).
Namun pemerintah tak menetapkan 3 hari libur berurutan, melainkan menambahkan Rabu, bukan Jumat. Alasannya agar kantor pemerintah tidak tutup selama 3 hari berturut-turut.
Iran Naikkan Upah Minimum 60 Persen di Tengah Perang Lawan AS-Israel!
Pemangkasan hari kerja menjadi 4 dalam sepekan juga berlaku bagi sektor pendidikan yakni sekolah dan universitas.
Dampak Perang Timur Tengah, Pakistan Tutup Sekolah hingga Berlakukan WFH bagi Karyawan
Selain itu pengemudi juga diharuskan untuk mendaftar Kartu Bahan Bakar Nasional guna membatasi jumlah BBM yang bisa dibeli masyarakat. Kebijakan ini memicu ketidakpuasan di antara sebagian warga yang merasa kuota BBM, 15 liter untuk mobil pribadi dan 5 liter untuk sepeda motor, terlalu rendah.
Mekanisme penjatahan pertama kali diterapkan pada 2022 selama krisis ekonomi terburuk negara itu, menyebabkan kehabisan cadangan devisa dan tidak mampu mengimpor barang-barang penting dan membeli bahan bakar yang cukup.
Perang Timur Tengah, Negara Ini Liburkan Kampus dan Sekolah hingga Batasi Pembelian BBM
Hampir 90 persen dari seluruh minyak dan gas yang mengalir melalui Selat Hormuz ditujukan untuk Asia, pengimpor minyak terbesar di dunia.
Editor: Anton Suhartono