Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pria di Singapura Berusaha Bakar Masjid
Advertisement . Scroll to see content

Data Medis 1,5 Juta Warga Singapura Dicuri, Ini Kata PM Lee

Jumat, 20 Juli 2018 - 18:45:00 WIB
Data Medis 1,5 Juta Warga Singapura Dicuri, Ini Kata PM Lee
Lee Hsien Lee (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

SINGAPURA, iNews.id - Perdana Menteri SingapuraLee Hsien Lee angkat bicara soal serangan siber atau pencurian data medis 1,5 juta pasien, termasuk dirinya. Ini merupakan kasus serangan siber terhadap data medis terbesar di Singapura.

"Database SingHealth mengalami serangan siber besar. Data pribadi 1,5 juta pasien dicuri. Dari jumlah itu, 160.000 merupakan data pengobatan rawat jalan. Saya pribadi juga diserang, dan bukan hanya kebetulan. Para penyerang menargetkan data pengobatan saya, secara khusus dan berulang-ulang," kata Lee, dalam pernyataan di akun Facebook-nya, Jumat (20/7/2018).

Lee tak megetahui apa motiv para peretas membobol data medis warga Singapura, termasuk dirinya. Namun dia mencurigai pelaku ingin mencari rahasia negara.

"Saya tidak tahu apa yang diharapkan oleh para peretas. Mungkin mereka mencari rahasia negara yang gelap, atau setidaknya sesuatu untuk mempermalukan saya. Jika demikian, mereka pasti kecewa. Data pengobatan saya bukanlah sesuatu yang biasanya saya ceritakan kepada orang-orang, tetapi tidak ada yang mengkhawatirkan di dalamnya," jelas Lee.

Lee menegaskan, SingHealth sudah mengantisipasi dampak dari serangan siber sejak mereka mendigitalisasi rekam medis pasien. Dia diminta untuk menyimpannya dalam bentuk hardcopy untuk alasan keamanan.

"Menggunakan sistem digital memungkinkan dokter memperlakukan saya lebih efektif dan tepat waktu. Saya yakin SingHealth akan melakukan yang terbaik untuk melindungi informasi pasien, seperti yang dilakukan untuk semua pasien lain dalam database," ujarnya.

Tentu saja, saya juga tahu bahwa database akan diserang, dan ada risiko bahwa suatu hari nanti meskipun upaya terbaik kami mungkin dikompromikan. Sayangnya itu kini telah terjadi.

Keamanan dan kerahasiaan informasi pasien, kata dia, merupakan prioritas utama. Lee memerintahkan Badan Keamanan Siber Singapura (CSA) dan Smart Nation dan Digital Government Group (SNDGG) untuk bekerja sama dengan kementerian kesehatan untuk memperketat keamanan di masing-masing organisasi.

"Kami membentuk komite penyelidikan untuk megamati secara menyeluruh kejadian ini. Ini pasti memiliki kesimpulan dan rekomendasi yang berharga, yang akan membantu kami melakukan lebih baik. Pasti akan ada kesimpulan bernilai dan rekomendasi yang akan membantu kita untuk lebih baik," katanya.

Lebih lanjut Lee mengatakan, pelaku bisa masuk ke sistem data dengan sangat terampil. Ini mengindikasikan para peretas memiliki sumber daya yang besar.

"Tujuan kami mencegah agar setiap serangan ini tidak berhasil. Jika kami menemukan pelanggaran, kami harus segera memperbaikinya, memperbaiki sistem, serta memberi tahu pihak yang terpengaruh."

Lee menutup pernyataan dengan mengajak warganya untuk tetap bergerak maju, tidak menyalahkan kecanggihan teknologi yang rentan akan serangan.

"Kita tidak bisa kembali ke catatan dan file kertas. Kita harus maju, membangun negara yang aman dan pintar," tuturnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut