KIEV, iNews.id – Demonstrasi antivaksin berlangsung di ibu kota Ukraina, Kiev, Rabu (3/11/2021). Ratusan pengunjuk rasa memblokir jalan raya dan membuat macet lalu lintas di kota itu.
Massa pendmo menyampaikan protes terhadap aturan pembatasan sosial dan vaksinasi wajib, yang diperkenalkan Pemerintah Ukraina untuk mengekang kemunculan kasus baru virus corona.
Kanada Tolak Bayar Rp17 Triliun untuk Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump
Negara bekas Uni Soviet telah mencatat rekor tertinggi pertambahan kasus baru dan kematian akibat Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Sampai hari ini, total kejadian infeksi di sana hampir mencapai 3 juta kasus dengan 69.447 kematian.
Pemerintah setempat mewajibkan pemberian vaksin corona bagi sejumlah pegawai negeri. Aturan yang sama juga berlaku rata di daerah yang termasuk “zona merah” Covid, termasuk Kiev. Hanya orang yang sudah divaksinasi atau mereka dengan hasil tes Covid negatif yang diizinkan masuk ke restoran, pusat kebugaran, dan menggunakan transportasi umum.
Wah, Presiden Ukraina Sebut Ada Kemungkinan Negaranya Perang Habis-habisan dengan Rusia
Pengunjuk rasa yang memblokir jalan di Kiev hari ini kebanyakan adalah anak-anak muda. Mereka tampak mengangkat poster yang bertuliskan pesan seperti “Katakan tidak pada sertifikat Covid!”; “Lindungi anak-anak kita,” dan; “Katakan tidak pada genosida Covid!”.
Ukraina tertinggal di belakang negara-negara Eropa lainnya dalam memperoleh vaksin corona tahun ini. Sekarang negeri itu tengah berjuang untuk membujuk masyarakat yang skeptis agar mau divaksinasi.
Demo Antivaksin Berlangsung Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Massa
“Pawai orang-orang yang kita lihat hari ini, dengan seruan agar tidak divaksinasi, menurut pendapat saya, telah melecehkan dokter dan keluarga kita. Sayangnya, mereka telah kehilangan kerabat mereka karena virus corona,” kata Menteri Kesehatan Ukraina, Viktor Lyashko, dalam konferensi pers yang disiarkan televisi setempat.
“Percayalah, semangat antivaksinasi ini dengan cepat menghilang di ICU (unit perawatan intensif), dan sertifikat palsu Covid tidak akan berguna,” ujarnya.
Parlemen Ukraina pada Selasa (2/11/2021) kemarin mengesahkan hukuman pidana bagi para pengguna dan pembuat sertifikat vaksin Covid-19 palsu. Anggota dewan negara itu menetapkan hukuman penjara hingga 3 tahun atau denda sekitar 6.460 dolar AS untuk para pelanggar.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku