Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Korban Tewas Demonstrasi Rusuh di Iran Nyaris 500 Orang
Advertisement . Scroll to see content

Demonstrasi di Iran Tak Terkendali, Masjid-Masjid Dibakar

Senin, 12 Januari 2026 - 07:23:00 WIB
Demonstrasi di Iran Tak Terkendali, Masjid-Masjid Dibakar
Demonstrasi di Iran tak hanya menewaskan ratusan orang, tapi juga menghancurkan masjid (Foto: BBC)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Gelombang demonstrasi di Iran berubah semakin brutal dan tak terkendali. Aksi yang dipicu lonjakan harga dan inflasi itu tak hanya menewaskan ratusan orang, tetapi juga berujung pada pembakaran masjid-masjid di sejumlah wilayah, simbol suci umat Islam di negara tersebut.

Media pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan lebih dari 100 personel pasukan keamanan tewas selama dua pekan kerusuhan. Total korban dari kalangan aparat mencapai 109 orang, dengan korban terbanyak di Provinsi Isfahan dan Kermanshah. Seorang anggota Palang Merah Iran juga dilaporkan tewas setelah kantor mereka di Gorgan diserang massa.

Situasi kian memanas setelah pembakaran rumah ibadah. Sebuah masjid di Provinsi Mashhad dibakar pada Sabtu (10/1/2026) malam. Tak hanya itu, pada Kamis dan Jumat pekan lalu, video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan beberapa masjid di kawasan Gholhak dan Sa’adat Abad, Provinsi Teheran, dilalap api, termasuk Masjid Al Rasul.

Pejabat senior keamanan Iran, Ali Larijani, menuding aksi para demonstran telah melampaui batas. Dia menyebut sejumlah pelaku kerusuhan membunuh orang dengan cara dibakar, tindakan yang menurutnya menyerupai metode kelompok teroris ISIS.

Di sisi lain, data dari Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di Amerika Serikat menyebut jumlah korban tewas akibat demonstrasi berdarah ini mencapai 496 orang. Selain itu, lebih dari 10.600 demonstran ditangkap di berbagai kota.

Rekaman dari fasilitas forensik Kahrizak, Provinsi Teheran, menunjukkan warga berdesakan mencari anggota keluarga mereka di antara ratusan jenazah. Media pemerintah mengklaim sebagian besar korban adalah warga biasa yang terbawa arus kerusuhan, bahkan disebut ada korban yang justru pro-pemerintah.

Otoritas Iran menegaskan demonstrasi mulai mereda setelah pemadaman internet nasional dan pengerahan besar-besaran pasukan keamanan. Jaksa Agung Iran memperingatkan, para pelaku kerusuhan dapat dijatuhi hukuman mati.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh Amerika Serikat dan Israel berada di balik upaya menabur kekacauan di negaranya. Dia menyerukan masyarakat untuk menjauh dari perusuh dan teroris, sembari menjanjikan penguatan ekonomi guna meredam kemarahan publik.

Pemerintah Iran juga menetapkan masa berkabung nasional selama 3 hari untuk mengenang para korban, di tengah kekhawatiran dunia internasional atas eskalasi kekerasan yang kian mengancam stabilitas negara tersebut.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut