Deretan Negara dengan Harga BBM Termurah di Dunia, Ada Indonesia?
JAKARTA, iNews.id - Harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu faktor dalam menggerakkan roda ekonomi, baik di dalam negeri maupun secara global. Selain berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, level harga BBM juga erat kaitannya dengan arah kebijakan energi, skema subsidi, hingga ketahanan fiskal sebuah negara.
Dalam beberapa waktu terakhir, harga BBM mengalami lonjakan cukup tajam seiring meningkatnya tensi geopolitik, terutama perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Kondisi ini mendorong harga minyak mentah dunia naik, dengan Brent tercatat menyentuh kisaran 101,29 dolar AS per barel dan West Texas Intermediate (WTI) berada di level 95,42 dolar AS per barel per 9 Mei 2026.
Di sisi lain, kebutuhan energi global tetap tinggi sejalan dengan pemulihan ekonomi di berbagai negara. Permintaan yang masih kuat ini turut memberi tekanan tambahan pada harga minyak mentah di pasar internasional.
Harga Minyak Mentah Melonjak usai AS-Iran Saling Serang di Selat Hormuz
Perlu diketahui, harga BBM bersifat dinamis dan tidak pernah benar-benar stabil. Perubahannya dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kebijakan produksi negara-negara eksportir minyak, pergerakan nilai tukar, hingga situasi geopolitik dunia.
Dalam situasi saat ini, tekanan terhadap harga cenderung meningkat karena berbagai faktor tersebut terjadi secara bersamaan. Meski begitu, terdapat sejumlah negara yang masih menjual BBM dengan harga murah.
Daftar Negara dengan Harga BBM Termahal di Dunia, Siapa Nomor 1?
Terdapat 10 negara yang menetapkan harga BBM mulai dari Rp411 hingga Rp10.000 per liter untuk jenis RON 95, menurut data Global Petrol Prices. Iran, negara yang tengah terlibat perang melawan AS, diketahui menjual BBM dengan harga murah di angka Rp497 per liter.
Harga BBM RON 95 paling murah di dunia ditempati Libya dengan harga Rp411 per liter. Sementara, harga BBM RON 95 di Tanah Air harga cukup beragam dan jauh di atas harga tersebut.
Wamenkeu Sebut Kebijakan Tak Naikkan Harga BBM Bantu Jaga Inflasi di Level 2,42%