Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Covid-19 Mulai Renggut Nyawa di India, Hampir 4.000 Orang Terinfeksi
Advertisement . Scroll to see content

Di Tengah Pandemi Korona, Sapaan Namaste Khas India Kian Populer

Selasa, 17 Maret 2020 - 06:11:00 WIB
Di Tengah Pandemi Korona, Sapaan Namaste Khas India Kian Populer
Ratu Letizia (kedua kanan) dan Raja Felipe VI dari Spanyol disambut oleh istri Presiden Prancis Brigitte Macron (kedua kiri) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelum makan siang di Istana Presiden Elysee, 11 Maret 2020. (FOTO: Ludovic Marin/ AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id - India mempopulerkan yoga dan meditasi di banyak bagian dunia. Apakah sapaan khas India, namaste, akan mendunia setelah beberapa pemimpin negara-negara melakukannya di tengah pandemi virus korona?

Para pejabat kesehatan menganjurkan orang-orang menghindari berjabat tangan untuk mencegah penyebaran virus korona yang mudah menular.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Pangeran Charles dari Inggris pekan ini melakukan sesuatu yang mirip sapaan khas India, yaitu menyatukan dua telapak tangan di depan dada.

"Namaste," gabungan dari dua kata Sansekerta, artinya "membungkuk kepada Anda" dan tidak ada kontak kulit serta memungkinkan orang-orang menjaga jarak.

Macron melakukan itu dan membungkuk sedikit ketika menyapa Raja Felipe dan Ratu Letizia dari Spanyol di Istana Elysee di Paris awal pekan ini.

Duta Besar Prancis untuk New Delhi, Emmanuel Lenain, mencuit, "Presiden Macron memutuskan menyambut semua mitranya dengan namaste, gerakan anggun yang dipelajarinya ketika mengunjungi India pada 2018."

Ketika Trump ditanya oleh para wartawan mengenai bagaimana dia menyambut Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar dalam pertemuan di Washington pada Kamis (12/13), kedua pemimpin itu menyatukan telapak tangan masing-masing untuk mendemonstrasikannya.

Di Inggris, Pangeran Charles juga melakukan namaste, bukan berjabat tangan, ketika bertemu para tamu di sebuah acara di London.

Sekali lagi, mengganti sebuah kebiasaan, tidak mudah.

Sebuah video memperlihatkannya mengulurkan tangan untuk menyambut Sir Kenneth Olisa, letnan London Raya, lalu menariknya kembali dan melakukan namaste.

"Sulit untuk ingat supaya tidak melakukannya," katanya, menurut laporan.

Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menganjurkan sapaan khas India kepada negaranya dan mendemonstrasikannya dalam sebuah konferensi pers.

Di India, di mana berjabat tangan dan berpelukan kian populer, terutama di kota-kota, Perdana Menteri Narendra Modi memperingatkan akan manfaat dari mempertahankan sapaan tradisional itu.

Dia mengatakan dunia mulai mengikuti kebiasaan itu, dan menganjurkan warga yang telah meninggalkan namaste untuk kembali mempraktikannya.

Kebanyakan orang mematuhi anjuran itu di tengah meningkatnya kekhawatiran akan penyebaran virus korona.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut