Diam-Diam, AS dan Korut Bahas Rencana Pertemuan Ke-3 Trump dan Kim Jong Un
SEOUL, iNews.id - Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In menegaskan, pembicaraan denuklirisasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Korea Utara (Korut) belum berakhir meski pertemuan antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam, pada 28 Februari 2019 buntu.
Menurut Moon, AS menjalin pembicaraan di balik layar dengan Korut untuk menjajaki pertemuan ketiga antara Trump dengan Kim.
Dalam jawaban tertulis atas pertanyaan wartawan asing, Moon mengatakan tidak ada alasan bagi buntunya pembicaraan pelucutan senjata nuklir di Semenanjang Korea hanya karena tidak ada pembicaraan resmi.
"Kedua pihak telah berdialog sehubungan dengan pertemuan ketiga. Patut dicatat bahwa pembicaraan di belakang layar sudah dimulai dengan saling pengertian terkait posisi masing-masing seperti diperoleh dalam KTT Hanoi," kata Moon, dalam surat itu, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/6/2019).
Moon menambahkan, AS telah mengajukan usulan soal pembicaraan tingkat kerja serta mendesak Korut kembali ke meja perundingan secepat mungkin.
Buntunya pertemuan di Hanoi merupakan pukulan bagi Moon. Sejak awal dia memosikan diri sebagai orang ketiga untuk memfasilitasi pertemuan Trump dan Kim. Tak hanya itu, Moon meringankan tugas AS dengan memberikan bantuan ekonomi bagi Korut.
Namu dia tak membeberkan bagaimana usulan AS itu dibuat.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo bahwa Trump dan Kim bertukar surat sehingga meningkatkan harapan dimulainya kembali pertemuan jilid III.
"Kemungkinan yang sangat nyata," kata Pompeo, terkait potensi adanya pertemuan itu.
Kantor berita Korut KCNA melaporkan bahwa surat Trump berisi konten yang sangat baik dan Kim akan serius mempertimbangkan isinya.
Editor: Anton Suhartono