Diam-Diam, Kanada Bersiap Hadapi Kemungkinan Serangan Militer AS
NEW YORK, iNews.id - Perdana Menteri KanadaMark Carney menyebut negaranya telah mempersiapkan segala opsi untuk mengantisipasi serangan Amerika Serikat (AS). Pemerintahannya menghabiskan banyak setahun terakhir untuk membuat rencana darurat, sebagai persiapan menghadapi risiko aksi militer AS.
Menurut Carney, dalam wawancara dengan surat kabar The New York Times, pemerintahnya telah meneliti secara saksama kemungkinan invasi AS sejak setahun terakhir.
"Saya kira Anda memiliki tanggung jawab dalam peran ini, melihat risiko ekstrem. Ini hanya manajemen risiko, bukan skenario dasar, tapi terlihat tidak bertanggung jawab jika tidak (melakukannya)," kata Carney.
Menurut dia, persiapan untuk skenario terburuk juga mendorong negaranya mengurangi ketergantungan kepada AS, dalam segala bidang, secara signifikan.
Kanada bahkan berencana menghentikan sepenuhnya layanan komunikasi satelit Starlink milik Elon Musk serta mengevaluasi kontrak pembelian 88 unit jet tempur F-35 buatan AS.
Sebagai alternatif, Kanada akan membeli pesawat dari Eropa, termasuk Saab Gripen Swedia untuk mempertahankan Arktik.
Hubungan Kanada dan AS diwarnai ketegangan sejak Trump menjabat presiden untuk perideo kedua pada Januari 2025. Trump bahkan menjadi Kanada, selain Meksiko, sebagai negara pertama yang dijatuhi tarif masuk baru.
Selain itu Trump beberapa kali mengancam akan merebut Kanada, menjadikannya sebagai negara bagian AS ke-51, ide yang ditolak mentah-mentah oleh Carney.
Baru-baru ini, Trump mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika. Perairan ini merupakan bagian dari sistem Danau Besar dan membentang di perbatasan AS-Kanada. Pantai-pantainya berada di Negara Bagian New York dan Provinsi Ontario di Kanada.
Carney menegaskan Kanada akan tetap menggunakan nama lama, Danau Ontario.
Editor: Anton Suhartono