Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Begini Wujud Autopen, Alat Peniru Tanda Tangan yang Dipermasalahkan Trump kepada Joe Biden
Advertisement . Scroll to see content

Diancam Sanksi oleh AS, Putin Tak Akan Tunduk kepada Trump

Rabu, 06 Agustus 2025 - 14:33:00 WIB
Diancam Sanksi oleh AS, Putin Tak Akan Tunduk kepada Trump
Vladimir Putin memberi sinyal kuat tidak akan tunduk pada ancaman tarif atau sanksi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin memberi sinyal kuat tidak akan tunduk pada ancaman tarif atau sanksi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Seperti diketahui, Trump memberi waktu 10 hari, jatuh tempo pada Jumat (8/8/2025), kepada Rusia untuk menyepakati gencatan senjata dengan Ukraina guna mengakhiri perang.

Beberapa sumber pejabat Rusia mengatakan kepada Reuters, dikutip Rabu (6/8/2025), Putin tetap bertahan pada tujuan operasi militer khusus di Ukraina yakni merebut empat wilayah negara itu.

Menurut para pejabat, tekad Putin untuk terus maju didorong keyakinannya bahwa Rusia sedang menang dan meraih banyak kemajuan di medan perang.  Selain itu Putin juga yakin Rusia bisa bertahan dari hukuman AS karena sudah terbiasa dijatuhi sanksi 3,5 tahun terakhir atau setelah memulai invasi ke Ukraina.

Sumber pejabat lainnya yang mengikuti pembicaraan di Kremlin mengatakan, Putin sebenarnya tidak ingin membuat marah Trump. Selain itu Putin sadar betul akan menyia-nyiakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan AS serta negara Barat lainnya jika menolak seruan gencatan senjata.

Namun Putin bersikukuh untuk mengejar tujuan militernya di Ukraina. Tujuan tersebut adalah merebut sepenuhnya Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson, yang sejak awal diklaim Rusia sebagai wilayahnya.

Setelah merebut empat wilayah itu, Rusia bersedia membahas perjanjian damai dengan Ukraina.

Trump mengancam akan menjatuhkan tarif atai sanksi baru kepada Rusia. Bukan hanya itu, Trump juga mengancam sanksi kepada negara-negara yang mengimpor minyak Rusia, termasuk China dan India. 

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut