Diancam Trump Lagi, Menlu Iran Peringatkan Jari Pasukannya Sudah di Pelatuk
TEHERAN, iNews.id - Iran tidak gentar dengan ancaman terbaru yang disampaikan Presiden Donald Trump melalui akun Truth Social. Trump mendesak Iran untuk segera maju ke meja negosiasi dan membuat kesepakatan mengenai nuklir atau menghadapi serangan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan, angkatan bersenjata Iran siap membalas dengan cepat dan keras setiap serangan AS.
“Angkatan bersenjata kami yang gagah berani telah siap, dengan jari-jari mereka di pelatuk, untuk segera dan dengan keras merespons setiap agresi terhadap darat, udara, dan laut kami tercinta,” kata Araghchi, dalam pernyataan di media sosial, dikutip Kamis (29/1/2026).
Araghchi menambahkan, Iran telah mendapat pelajaran berharga dari serangan militer Israel selama 12 hari pada Juni 2025. Iran juga diserang oleh AS, menargetkan tiga fasilitas nuklir utamanya.
Trump Desak Iran Sepakati Perjanjian Nuklir atau Hadapi Serangan Lebih Dahsyat
“Pelajaran berharga yang dipetik dari perang 12 Hari memungkinkan kami untuk membalas dengan lebih kuat, cepat, dan dalam,” katanya, seperti dilaporkan kembali Al Jazeera.
Keras! Iran Peringatkan Negara-Negara Tetangga yang Bantu Serangan AS
Pernyataan Araghchi disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump menyampaikan ancaman terbarunya untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran dengan kekuatan yang lebih dahsyat dibandingkan sebelumnya.
“Armada besar sedang menuju Iran,” kata Trump, dalam posting-an, seraya menambahkan peralatan tempurnya itu siap, bersedia, dan mampu segera memenuhi misi, dengan kecepatan dan kekuatan, jika diperlukan.
Trump Sebut Kekuatan Militer AS Dikerahkan ke Iran Lebih Besar daripada Venezuela
Trump mendesak Iran segera maju ke meja perundingan dan menyepakati perjanjian nuklir.
"Waktu hampir habis, ini benar-benar penting! Seperti yang pernah saya sampaikan kepada Iran sebelumnya, buat kesepakatan,” katanya.
Editor: Anton Suhartono