Diembargo Energi, Kuba: AS Ingin Rakyat Kami Sengsara
HAVANA, iNews.id - Pemerintah Kuba menuding Amerika Serikat (AS) sengaja memberlakukan embargo energi untuk menghambat perekonomian sekaligus menciptakan kondisi kehidupan yang tidak layak bagi rakyatnyaPemerintah Kuba menuding Amerika Serikat (AS) sengaja memberlakukan embargo energi untuk menghambat perekonomian sekaligus menciptakan kondisi kehidupan yang tidak layak bagi rakyatnya.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez menilai, kebijakan tersebut sebagai upaya sistematis untuk menyengsarakan masyarakat Kuba.
Menurut Bermudez, pengetatan embargo, termasuk tekanan terhadap pasokan minyak, telah menyebabkan kerusakan signifikan. Dia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk intimidasi dari kekuatan besar dunia yang bertujuan melemahkan negara kecil seperti Kuba.
Pernyataan keras itu disampaikan menyusul ancaman terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pekan lalu mengatakan AS siap mengambil alih Kuba. Selain itu, Washington juga memperketat sanksi dengan melarang lembaga keuangan asing melakukan transaksi atas nama individu maupun perusahaan Kuba yang masuk daftar hitam.
Ingin Ambil Alih Kuba, Trump Kerahkan Kapal Induk Terbesar AS
Bermudez menilai, ancaman operasi militer terhadap negaranya kini telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.