Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nekat Terobos Selat Hormuz, 2 Kapal Kargo AS Terdampar di Bebatuan
Advertisement . Scroll to see content

Diembargo Energi, Kuba: AS Ingin Rakyat Kami Sengsara

Rabu, 06 Mei 2026 - 06:52:00 WIB
Diembargo Energi, Kuba: AS Ingin Rakyat Kami Sengsara
Pemerintah Kuba menuding Amerika Serikat sengaja memberlakukan embargo energi untuk menghambat perekonomian (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

HAVANA, iNews.id - Pemerintah Kuba menuding Amerika Serikat (AS) sengaja memberlakukan embargo energi untuk menghambat perekonomian sekaligus menciptakan kondisi kehidupan yang tidak layak bagi rakyatnyaPemerintah Kuba menuding Amerika Serikat (AS) sengaja memberlakukan embargo energi untuk menghambat perekonomian sekaligus menciptakan kondisi kehidupan yang tidak layak bagi rakyatnya.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez menilai, kebijakan tersebut sebagai upaya sistematis untuk menyengsarakan masyarakat Kuba.

Menurut Bermudez, pengetatan embargo, termasuk tekanan terhadap pasokan minyak, telah menyebabkan kerusakan signifikan. Dia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk intimidasi dari kekuatan besar dunia yang bertujuan melemahkan negara kecil seperti Kuba.

Pernyataan keras itu disampaikan menyusul ancaman terbaru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang pekan lalu mengatakan AS siap mengambil alih Kuba. Selain itu, Washington juga memperketat sanksi dengan melarang lembaga keuangan asing melakukan transaksi atas nama individu maupun perusahaan Kuba yang masuk daftar hitam.

Bermudez menilai, ancaman operasi militer terhadap negaranya kini telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Presiden Amerika Serikat meningkatkan ancaman agresi militernya terhadap Kuba ke skala berbahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya, dalam pernyataan di media sosial X, dikutip Rabu (6/5/2026).

Dia menyerukan masyarakat internasional untuk memberi perhatian serius terhadap situasi tersebut. Menurut Bermudez, kebijakan AS hanya menguntungkan segelintir elite kaya dan berpengaruh yang ingin membalas dendam sekaligus menguasai negara lemah.

Trump juga menandatangani instruksi presiden yang mengizinkan penerapan tarif terhadap negara-negara pemasok minyak ke Kuba serta mengumumkan keadaan darurat dengan dalih ancaman terhadap keamanan nasional AS.

Menanggapi langkah itu, pemerintah Kuba kembali menegaskan, kebijakan embargo energi yang diberlakukan Washington bukan sekadar sanksi ekonomi, melainkan strategi untuk menekan kehidupan rakyat secara langsung.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut