Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Dikira Tewas saat Perang, Pilot Rusia Ditemukan Hidup Setelah 30 Tahun

Sabtu, 02 Juni 2018 - 18:31:00 WIB
Dikira Tewas saat Perang, Pilot Rusia Ditemukan Hidup Setelah 30 Tahun
Seorang pilot Rusia yang hilang dan dianggap tewas setelah pesawatnya ditembak jatuh 30 tahun lalu di Afghanistan ternyata masih hidup. (Foto: Arab News)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Seorang pilot Rusia yang hilang dan dianggap tewas setelah pesawatnya ditembak jatuh 30 tahun lalu saat intervensi Soviet di Afghanistan ditemukan hidup. Setelah ditemukan, veteran perang itu mengaku ingin pulang ke Rusia.

"Dia masih hidup. Ini sangat mencengangkan. Sekarang dia membutuhkan bantuan," kata ketua serikat penerjun payung Rusia, Valery Vostrotin, kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, Sabtu (2/6/2018).

Vostrotin merupakan kepala komisi gabungan Rusia-AS terkait tawanan perang dan tentara yang hilang dalam peperangan. Dia menolak menyebutkan nama pilot Rusia-nya karena alasan kerahasiaan.

Pria itu ditembak jatuh pada 1987 dan saat ini usianya diduga berada di atas 60 tahun. Vyacheslav Kalinin, wakil kepala organisasi veteran militer Rusia Battle Brotherhood, mengatakan pria itu ingin pulang ke rumahnya di Rusia.

Kalinin menyebut pilot itu saat ini kemungkinan berada di Pakistan, karena Afghanistan memiliki kamp-kamp untuk para tahanan perang.

RIA Novosti melaporkan, selama perang antara 1979 dan 1989, sebanyak 125 pesawat Soviet ditembak jatuh di Afghanistan. Ketika pasukan Soviet ditarik keluar pada 1989, sekitar 300 tentara dilaporkan hilang.

Setelah itu sekitar 30 tentara ditemukan dan sebagian besar kembali ke negara asal mereka.

Mantan tentara Soviet, Bakhretdin Khakimov, merupakan salah satu dari mereka yang memilih tetap di Afghanistan setelah perang berakhir. Dia terluka parah dan dirawat oleh warga setempat, dan kemudian memeluk agama Islam.

"Saya tinggal di Afghanistan karena warga Afghanistan sangat baik dan ramah," kata Khakimov saat diwawancara AFP, beberapa waktu lalu.

Harian bisnis Kommersant juga melaporkan, hanya satu pilot Soviet yang ditembak jatuh pada 1987, yakni Sergei Pantelyuk dari wilayah Rostov Rusia selatan. Dia hilang beserta pesawatnya setelah lepas landas dari lapangan udara Bagram, yang kini menjadi pangkalan udara AS.

Kepada RIA Novosti, Senator Frants Klintsevich mengaku pernah bertemu seorang prajurit Soviet dalam perjalanan ke Afghanistan beberapa tahun lalu, yang menolak memberitahu namanya. Pria itu berbicara bahasa Rusia dengan susah payah dan mengatakan sudah terlambat baginya untuk kembali.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut