Dikritik Pangeran Harry soal Perang Ukraina, Trump: Dia Tak Mewakili Inggris
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersitegang dengan Pangeran Harry terkait perang Ukraina. Dalam kunjungannya ke Kiev, Harry menyebut Trump belum berbuat banyak untuk membantu Ukraina yang sedang berperang melawan Rusia.
Trump merespons pernyataan itu dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis (23/4/2026). Dia mengatakan Harry berbicara tak mewakiki Kerajaan Inggris.
Pangeran Harry tiba di Kiev pada hari Kamis dalam kunjungan yang tidak diumumkan, di mana ia mengatakan ingin melihat lebih banyak tindakan dari Trump untuk mengakhiri konflik di Ukraina.
"Pangeran Harry? Bagaimana kabarnya? Bagaimana kabar istrinya? Sampaikan salam saya kepadanya, ya? Saya rasa saya tahu satu hal: Pangeran Harry tidak berbicara atas nama Inggris," ujar Trump, seperti dikutip dari Sputnik.
Trump Berharap Putin Hadiri KTT G20 di Miami: Akan Sangat Membantu!
Trump bahkan mengatakan dirinya lebih mewakili Inggris dibandingkan Harry yang telah mengundurkan diri dari tugas kerajaan.
"Saya rasa saya lebih berbicara atas nama Inggris daripada Pangeran Harry. Tapi saya sangat menghargai sarannya. Saran yang bagus," kata Trump.
Jaksa Agung AS Ungkap 300 Tokoh Dunia dalam Dokumen Jeffrey Epstein, Obama hingga Pangeran Harry
Rusia dan Ukraina telah menggelar tiga kali pertemuan sepanjang tahun ini, dimediasi oleh AS. Putaran terakhir berlangsung pada 17-18 Februari.
Kemudian pada 15 Maret, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengumumkan negosiasi dengan Ukraina dihentikan sementara karena perhatian AS terfokus di tempat lain, merujuk pada perang melawan Iran.
Keesokan hari, Peskov mengatakan Rusia masih menunggu perundingan putaran baru, namun lokasi dan waktunya belum ditentukan.
Editor: Anton Suhartono