Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo: Saya Dituduh Jadi Diktator dan Mau Kudeta
Advertisement . Scroll to see content

Dikudeta, Presiden Madagaskar Andry Rajoeline Kabur ke Luar Negeri

Selasa, 14 Oktober 2025 - 03:02:00 WIB
Dikudeta, Presiden Madagaskar Andry Rajoeline Kabur ke Luar Negeri
Andry Rajoelina meninggalkan Madagaskar sejak Minggu (12/10), menyusul upaya kudeta dari sekelompok personel militer yang membangkang (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

ANTANANARIVO, iNews.id - Presiden Madagaskar Andry Rajoelina meninggalkan negaranya sejak Minggu (12/10/2025), menyusul upaya kudeta dari sekelompok militer yang membangkang. Negara Afrika itu diguncang demonstrasi besar yang dimotori Gen Z sejak sebulan terakhir.

Pemimpin oposisi Madagaskar Siteny Randrianasoloniaiko mengatakan, Rajoelina meninggalkan Madagaskar setelah beberapa unit militer membelot dan bergabung dengan para demonstran.

"Kami menghubungi staf kepresidenan dan mereka mengonfirmas dia telah meninggalkan negara ini," katanya, kepada Reuters, seraya menambahkan, keberadaan Rajoelina masih misterius.

Kantor kepresidenan belum memberikan pernyataan apa pun, termasuk rencana Rajoelina menyampailan pidato nasional yang seharusnya berlangsung pukul pada Senin pukul 19.00 waktu setempat.

Sementara itu seorang sumber pejabat militer mengatakan, Rajoelina terbang meninggalkan Madagaskan menggunakan pesawat militer Prancis pada Minggu.

Stasiun radio Prancis RFI melaporkan ada peran Presiden Emmanuel Macron di balik pelarian Rajoelina. Disebutkan, Rajoelina telah mencapai kesepakatan dengan Macron.

Sumber tersebut mengatakan, pesawat Casa milik Angkatan Darat Prancis mendarat di Bandara Sainte Marie, Madagaskar, pada Minggu untuk menjemput Rajoelina.

"Lima menit kemudian, sebuah helikopter tiba dan memindahkan penumpang ke Casa," kata sumber tersebut, seraya menambahkan Rajoelina adalah penumpang yang dimaksud.

Demonstrasi meletus di bekas koloni Prancis tersebut sejak 25 September, dipicu krisis air bersih dan listrik. Unjuk rasa pun berubah dengan cepat menjadi pemberontakan ditambah maraknya korupsi, kinerja pemerintahan yang buruk, serta kurangnya pemenuhan kebutuhan layanan dasar.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut