Disiarkan Langsung di TV, Pastor Ditikam di Gereja Terbesar Kanada
MONTREAL, iNews.id - Seorang pastor ditikam di depan para jemaatnya pada misa pagi yang digelar di gereja terbesar di Kanada, Jumat (23/3). Insiden itu terjadi pada Jumat pagi dan disiarkan secara langsung di televisi.
Cuplikan insiden yang disiarkan di sebuah stasiun televisi Katolik dan ditayangkan oleh jaringan CTV menunjukkan, seorang pria berjins dengan jaket dan topi baseball putih mendekati Pastor Claude Grou (77) di St. Joseph's Oratory di Montreal, di depan 60 umat paroki yang ketakutan.
Dia terlihat mengejar pastor di sekitar altar dan berdiri mengancam pastor tersebut, sebelum menikamnya.
Saksi Adele Plamondon mengatakan kepada penyiar publik Radio-Kanada bahwa pastor -yang sempat melarikan diri dengan luka ringan- akan segera mulai membaca Injil, ketika pelaku mengeluarkan pisau dan berlari untuk menikamnya.
"Kupikir dia hanya akan berlutut di depan altar untuk berdoa, seperti yang dilakukan banyak orang," katanya, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (23/3/2019).
Plamondon menyebut pelaku diam, tetapi tampak "sangat bertekad" menyerang sang pastor.
Setelah diserang, Grou sempat bangkit dan mundur saat petugas keamanan mengelilingi penyerang, yang menjatuhkan pisaunya. Tiga penjaga menahannya sementara yang lain menolong Grou, yang sangat terkejut.
Sang pastor dilarikan ke rumah sakit dan kondisinya dikatakan stabil.
"Dia sedikit mengalami luka di tubuh bagian atas," kata polisi, kepada AFP.
Setelah insiden itu, gereja ditutup namun layanan ibadah akan dilanjutkan keesokan harinya.
Tersangka berusia 26 tahun, yang namanya tidak disebutkan, dijadwalkan muncul di pengadilan pada Sabtu.
Polisi tidak mengungkap motif serangan, namun juru bicara Caroline Chevrefils mengatakan kepada AFP bahwa dia memang dikenal oleh kepolisian.
"Ini merupakan serangan yang terisolasi, dan tidak ada yang menghubungkannya dengan terorisme," tambahnya.
Juru bicara Gereja Celine Barbeau mengatakan, Grou sadar ketika dilarikan dari tempat kejadian.
"Kami berharap dia akan selamat," tambahnya.
Perdana Menteri Justin Trudeau mengutuk "serangan mengerikan".
"sSerangan itu tindakan yang tidak dapat dimaafkan yang tidak memiliki tempat di Montreal," kata Wali Kota Valerie Plante.
"Kami semua terkejut atas tindakan kekerasan ini di tempat yang didedikasikan untuk perdamaian," kata uskup agung Montreal Christian Lepine dalam sebuah pernyataan.
Dia meratapi tempat-tempat ibadah yang kini menjadi sasaran kekerasan.
Gereja Saint Joseph, dibangun dari 1920 hingga 1955, berada di atas wajah utara Gunung Royal yang menghadap ke kota metropolis terbesar kedua di Kanada. Gereja itu menarik sekitar dua juta peziarah dan wisatawan setiap tahun.
Pada 2017, seorang penembak juga menembak mati enam jamaah di sebuah masjid di Kota Quebec.
Editor: Nathania Riris Michico