Ditengahi Arab Saudi, Pemerintah Yaman Berdamai dengan Separatis
RIYADH, iNews.id - Pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional menandatangani kesepakatan pembagian kekuasaan dengan kelompok separatis Yaman selatan di Riyadh, Arab Saudi, Selasa (5/11/2019). Kesepakatan ini dicapai setelah ditengahi oleh Saudi.
Penandatanganan ini bertujuan mengakhiri konflik membara dalam perang saudara negara itu yang sudah berlangsung puluhan tahun.
"Perjanjian ini akan membuka periode baru stabilitas di Yaman. Kerajaan Arab Saudi mendukung Anda," kata Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), saat seremoni penandatanganan yang ditayangkan televisi pemerintah, sebagaimana dilaporkan AFP, Rabu (6/11/2019).
"Ini hari yang menyenangkan di Saudi karena kedua pihak bersatu,” katanya, menambahkan.
Menurut keterangan sumber, dengan kesepakatan ini, Dewan Transisi Yaman Selatan (STC) yang sebelumnya memisahkan diri, akan menyerahkan sejumlah kementerian. Sementara itu pemerintah sah Yaman akan kembali ke Aden.
Utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, mengucapkan selamat kepada kedua pihak atas kesepakatan ini. Dia yakin perdamaian ini akan mendorong upaya untuk mengakhiri perang saudara lebih luas yang telah menghancurkan negara Teluk tersebut.
"Penandatanganan perjanjian ini merupakan langkah penting bagi upaya bersama kami untuk memajukan penyelesaian damai konflik di Yaman. Mendengarkan para pemangku kepentingan Yaman selatan sangat penting bagi upaya politik untuk mencapai perdamaian di negara ini," katanya, dalam pernyataan.
Pasukan Sabuk Keamanan, didominasi oleh STC, pada Agustus 2019 mengambil kendali atas Aden. Mereka lalu menjadikannya sebagai pusat pemerintah setelah terusir dari ibu kota Sanaa oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran pada 2014.
Bentrokan antara separatis dengan pasukan pemerintah, yang selama bertahun-tahun bertempur di pihak yang sama melawan Houthi, menimbulkan kekhawatiran bahwa negara itu akan pecah total.
Faksi yang bertikai dalam beberapa pekan terakhir mengadakan perundingan tidak langsung yang dimediasi oleh Arab Saudi di Kota Jeddah. Puncaknya adalah kesepakatan yang ditandatangani di Riyadh.
Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi dan pemimpin STC Aidarous Al Zoubeidi menghadiri upacara tersebut.
Editor: Anton Suhartono