Diterpa Skandal, PM Jepang Shinzo Abe Diprediksi Mundur pada Juni
TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diterpa kasus nepotisme terkait penjualan tanah pemerintah dengan harga di bawah standar pasar kepada rekannya. Sejak itu popularitas Abe terus menurun, padahal dia baru memenangkan pemilu pada akhir tahun lalu.
Bahkan, dalam wawancara dengan majalah online Aera, mantan PM Jepang Junichiro Koizumi mengatakan, Abe sepertinya akan mengundurkan diri pada Juni 2018.
"Situasinya semakin berbahaya. Apakah Abe tak mau mundur di waktu sebelum sesi parlemen berakhir (20 Juni)?" kata Koizumi, kepada Aera, sebagaimana dilaporkan kembali oleh Reuters, Senin (16/4/2018).
Menurut Koizumi, jika Abe tak mundur, maka keputusannya itu bisa berdampak pada kandidat LDP lain yang akan mengikuti pemilihan anggota majelis tinggi pada musim panas tahun depan.
Berdasarkan survei yang dirilis Nippon TV pada Minggu 15 April, dukungan untuk Abe anjlok menjadi 26,7 persen, terendah sejak dia menjadi PM pada Desember 2012. Data tak jauh berbeda dirilis surat kabar Asahi yang menyebut popularitasnya di kisaran 31 persen.
Hasil survei ini meningkatkan keraguan apakah pria berusia 63 tahun tersebut mampu bertahan di periode ketiga kepemimpinannya di partai penguasa, Partai Liberal Demokratik (LDP). Rencananya, pemilihan ketua baru akan digelar pada September mendatang. Dia harus memenangkan pemilihan ketua partai untuk melanggengkan posisinya sebagai PM atau Abe memilih mundur sebelum pemilihan.
Spekulasi yang kuat, Abe kemungkinan meminta pemilihan umum cepat seperti dilakukannya pada Oktober lalu. Kala itu kondisinya tak jauh berbeda dengan saat ini di mana popularitasnya sedang merosot.
Abe berkali-kali membantah bahwa dirinya dan istri mengintervensi perubahan harga tanah milik pemerintah, sehingga nilainya bisa jauh di bawah harga pasar. Tanah itu dijual kepada Morimoto Gakuen, yang punya hubungan dekat dengan istri Abe.
Pada pekan lalu, Abe juga membantah mengintervensi institusi Pendidikan Kake Gakuen milik temannya, Kotaro Kake.
Editor: Anton Suhartono