Dituduh Biang Kerok Kekalahan Republik di Pemilu terkait Perang Iran, Nasib Menhan AS di Ujung Tanduk
WASHINGTON, iNews.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menjadi sasaran kemarahan internal Partai Republik setelah partai tersebut mengalami kekalahan telak dalam pemilu paruh waktu pada Selasa (3/11/2026). Hegseth dituding ikut bertanggung jawab atas keputusan menyerang Iran yang berujung pada perang berkepanjangan dan membuat Partai Republik kehilangan kendali atas Kongres AS.
Sejumlah politisi dan sekutu Partai Republik bahkan meminta pertanggungjawaban Hegseth atas kekalahan tersebut. Mereka menilai, Hegseth berperan besar dalam meyakinkan Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan terhadap Iran tanpa strategi keluar yang jelas maupun perhitungan matang mengenai dampak politik dan ekonomi perang.
Sejumlah anggota parlemen dan sekutu Partai Republik mulai mengarahkan kritik kepada Hegseth setelah hasil pemilu menunjukkan kemenangan besar Partai Demokrat. Bahkan, DPR AS disebut akan menggelar pemungutan suara untuk memakzulkan kepala Pentagon tersebut secepatnya pekan depan.
Wakil Presiden JD Vance bahkan secara terbuka menyebut perang Iran sebagai penyebab utama kekalahan Partai Republik.
"Alasan kita kalah adalah perang," tulis Vance, dalam pernyataan di media sosial X.
Vance juga mengingatkan bahwa kekalahan tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi Partai Republik. Menurut dia, banyak pemilih yang sebelumnya mendukung Trump dan Vance pada pemilu 2024 justru beralih memilih Partai Demokrat dalam pemilu kali ini.
"Jika Anda ingin berpendapat bahwa perang itu sepadan, meskipun harus kehilangan Senat selama 6 tahun ke depan, silakan. Namun, semua orang tahu mengapa kita kalah," tulisnya.
Kritik terhadap Hegseth juga datang dari Partai Demokrat. Mereka sejak awal menentang perang Iran sekaligus mempertanyakan cara Pentagon menangani operasi militer tersebut.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan Hegseth tidak akan mundur hanya karena tekanan politik dari sejumlah anggota Partai Republik.
"Menteri Hegseth berkomitmen 100 persen untuk memimpin Departemen Pertahanan hingga akhir masa jabatan Presiden Trump," kata Parnell.
Editor: Anton Suhartono