Dituduh Perintahkan Bunuh Bos Wagner Prigozhin, Kremlin: Bohong!
MOSKOW, iNews.id - Kremlin buka suara atas laporan media Barat bahwa bos Wagner Group Yevgeny Prigozhin dibunuh atas perintah pemerintah Rusia. Prigozhin tewas dalam kecelakaan pesawat jet pribadi di wilayah Tver pada Rabu (23/8/2023).
Sampai saat ini Rusia belum mengonfirmasi identitas Prigozhin termasuk dalam satu dari 10 korban tewas jatuhnya pesawat Embraer Legacy 600 itu.
Kremlin menegaskan, tuduhan media Barat bahwa Kremlin di balik kecelakaan itu adalah kebohongan mutlak. Sementara itu terkait kepastian konfirmasi kematian pria 62 tahun tersebut, Kremlin masih menunggu hasil identifikasi.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, pihaknya turut mencermati berita simpang siur yang ramai di negara Barat.
“Sekarang banyak spekulasi seputar kecelakaan pesawat serta kematian tragis para penumpang, termasuk Yevgeny Prigozhin. Tentu saja, di Barat, semua spekulasi ini disajikan dari sudut pandang yang sudah diketahui,” kata Peskov, dikutip dari Reuters, Jumat (25/8/2023).
"Semua ini adalah kebohongan mutlak, dan di sini, saat meliput masalah ini, kita perlu mendasarkan pada fakta. Belum banyak fakta. Fakta-fakta tersebut perlu dibuktikan melalui aktivitas penyelidikan," ujarnya, menambahkan.
Dia melanjutkan, penting bagi semua pihak untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan.
Lebih lanjut Peskov juga membantah kabar bahwa Presiden Vladimir Putin bertemu Prigozhin sebelum kecelakaan.
Putin pada hari Kamis menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mendiang. Dia menjelaskan informasi awal yang mengindikasikan Prigozhin dan para petinggi Wagner Group lainnya terbunuh.
Editor: Anton Suhartono