Dokter Dikeroyok karena Tak Mau Mengoperasi Caesar Pasien
BEIJING, iNews.id - Umumnya, para suami ingin istri mereka melahirkan dalam kondisi normal. Tapi, pria di China ini sebaliknya, dia memaksa dokter untuk melakukan operasi caesar terhadap istrinya.
Pria bernama Zheng itu bahkan nekat menyerang dokter dan para asisten yang menolak mengoperasi istrinya dengan alasan pasien masih mungkin melahirkan secara normal.
Aksi Zheng menyerang dokter bernama He Yingdong di RS Utama Universitas Peking pada bulan lalu itu terekam CCTV. Video tersebut menjadi viral setelah diunggah ke media sosial.
Akibat serangan itu, He mengalami patah tulang rahang dan luka sobekan di mata.
Zheng langsung ditahan polisi setelah kejadian. Anak perempuan pelaku berusia 19 tahun yang ikut menyerang He sempat ditahan. Namun dia dibebaskan setelah menyesali perbuatan dan menyampaikan permintaan maaf kepada korban.
Berdasarkan laporan Beijing News, peristiwa ini terjadi pada 22 September lalu setelah He menolak permintaan Zheng untuk mengoperasi istrinya, Sun.
Karena usia kandungan istrinya sudah melebihi waktu lahir, Zheng khawatir terjadi komplikasi. Dia pun mendesak dokter untuk segera mengoperasi caesar istrinya.
Hasil pemeriksaan medis oleh asisten He menyebut, Sun (44) sebenarnya masih bisa melahirkan secara normal.
Namun karena terus didesak dokter menyerah dan mengoperasi Sun keesokan harinya. Operasi berjalan lancar, Sun melahirkan anak perempuan.
Sementara itu Zheng tak langsung ditahan polisi, dia diberi kesempatan mendampingi persalinan istrinya. Apalagi, bayi yang baru dilahirkan juga butuh perhatian ayahnya. Namun pada Jumat pekan lalu dia dijemput polisi untuk menjalani proses hukum lanjutan.
Sementara itu rumah sakit mengecam penyerangan terhadap dokter dan petugas medisnya.
"Kami secara teguh melindungi martabat staf medis. Kami menyerukan agar pelaku diberi hukuman yang keras," bunyi pernyataan RS Utama Universitas Peking.
Selain itu, kampus tempat anak perempuan Zheng menimba ilmu juga akan memberikan sanksi tegas.
Editor: Anton Suhartono