Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daftar Lengkap 14 Poin MoU Perjanjian Damai AS-Iran, Untungkan Siapa?
Advertisement . Scroll to see content

Dokumen Ini Tunjukkan Keterlibatan Rezim Assad dalam Pembantaian 5.210 Orang di Rumah Sakit

Minggu, 11 Juli 2021 - 06:24:00 WIB
Dokumen Ini Tunjukkan Keterlibatan Rezim Assad dalam Pembantaian 5.210 Orang di Rumah Sakit
Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan istri. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

DAMASKUS, iNews.id - Sebuah dokumen menjadi bukti keterlibatan rezim Bashar al-Assad dalam kejahatan perang terhadap warga sipil di sebuah rumah sakit di Kota Homs. 

Dokumen tersebut diluncurkan oleh Koalisi Oposisi Suriah (SOC), Sabtu (10/7/2021). Setidaknya 5.210 warga sipil tewas dalam pembantaian di Rumah Sakit Abdul Qadar Al-Shaqfa di Distrik al-Waer. 

Presiden Koalisi Nasional Pasukan Revolusioner dan Oposisi Suriah, Nasr al-Hariri mengatakan, orang yang membocorkan dokumen dari rumah sakit saat ini tinggal di daerah yang dibebaskan. Dokumen tersebut resmi dan dikeluarkan oleh rezim Assad karena mereka membawa stempel obat forensik, administrasi rumah sakit, dan layanan keamanan rezim.

Dilansir dari Anadolu, Al-Hariri menekankan, SOC akan bekerja dengan PBB, Uni Eropa, AS, Inggris, Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan organisasi internasional lainnya untuk membangun mekanisme yang efektif untuk meminta pertanggungjawaban rezim Assad atas kejahatan ini.

Dalam laporan ke-10, yang dirilis pada 2013, Komisi Penyelidikan Internasional Independen untuk Republik Arab Suriah mengatakan, rezim Assad menggunakan Rumah Sakit Abdul Qader Al-Shaqfa sebagai pangkalan militer untuk menekan protes.

Suriah telah dilanda perang saudara sejak awal 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menindak pengunjuk rasa pro-demokrasi dengan ganas. 

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut