Dokumen Ungkap Penyebab Kematian Predator Seks Jeffrey Epstein Bukan Bunuh Diri, Dibunuh?
WASHINGTON, iNews.id - Fakta baru yang mengejutkan mengenai penyebab kematian Jeffrey Epstein, miliarder Amerika Serikat (AS) yang duduk di kursi pesakitan terkait tuduhan perdagangan manusian dan kejahatan seksual terhadap anak perempuan di bawah umur, diungkap oleh kantor Kejaksaan Kota New.York.
Epstein, sosok yang menghebohkan dunia, dinyatakan meninggal pada 10 Agustus 2019 di selnya di New York, saat menunggu persidangan kasusnya.
Namun, setidaknya dua dokumen siaran pers yang dikeluarkan Kejaksaan New York terkait kematian Epstein, termasuk tertanggal sehari sebelum pengumuman resmi kematiannya, tidak menyebutkan bunuh diri sebagai penyebab.
"Pagi ini, Lembaga Pemasyarakatan Manhattan mengonfirmasi bahwa Jeffrey Epstein, yang sedang menghadapi dakwaan yang diajukan oleh kantor ini (kejaksaan) karena terlibat dalam perdagangan seks anak di bawah umur, ditemukan tidak sadarkan diri di selnya, kemudian dinyatakan meninggal tak lama kemudian," kata mantan Jaksa Agung AS untuk Distrik Selatan New York, Geoffrey Berman, dalam siaran pers tertanggal 9 Agustus 2019.
Profil Jeffrey Epstein, Pengusaha AS Pelaku Kejahatan Seks yang Bikin Heboh Dunia
Secara total, berkas yang baru dirilis berisi lebih dari 20 versi draf pernyataan Berman tentang kematian Epstein, dengan hampir semuanya bertanggal 10 Agustus, meski dua dokumen tertanggal 9 Agustus.
Pada 2019, Epstein didakwa di AS dengan tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur serta berkonspirasi melakukan perdagangan manusia, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 40 tahun.
Duh, Puluhan Foto Telanjang Remaja Perempuan Korban Epstein Dirilis Departemen Kehakiman AS
Jaksa penuntut mengatakan, Epstein melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan gadis di bawah umur antara tahun 2002 dan 2005, membayar mereka dengan uang tunai, serta memanfaatkan beberapa di antaranya untuk merekrut korban lain. Para korban berusia paling muda 14 tahun.
Pada Juli 2019, pengadilan Manhattan menolak permohonan jaminan. Selanjutnya, pada 10 Agustus, Epstein ditemukan di sel penjara dalam keadaan setengah sadar, hingga kemudian dinyatakan meninggal. Hasil penyelidikan berikutnya mengungkapkan sang predaror seks dinyatakan bunuh diri.
Pada 30 Januari 2026, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan selesainya publikasi materi terkait kasus Epstein. Dengan pengungkapan terbaru ini, total volume data yang dirilis melebihi 3,5 juta berkas. Isinya menyebutkan sejumlah tokoh berpengaruh, termasuk miliarder Elon Musk, pendiri Microsoft Bill Gates, dan mantan Presiden AS Bill Clinton, di samping Donald Trump dan Barack Obama.
Editor: Anton Suhartono