WASHINGTON DC, iNews.id – DPR AS meloloskan RUU pendanaan tambahan untuk Ukraina pada Selasa (10/5/2022) waktu setempat. Lewat RUU itu, Washington DC ingin mengucurkan lagi bantuan sebesar lebih dari 40 miliar dolar AS (Rp581,3 triliun) ke Kiev.
Kantor berita Sputnik melansir, persetujuan dari DPR itu diperoleh lewat pemungutan suara dengan hasil 368 anggota dewan menyatakan setuju versus 57 orang yang menolaknya. Dari total 40 miliar dolar AS dana yang diberikan ke Ukraina, sebanyak 20,4 miliar dolar AS di antaranya berupa bantuan militer.
PM Anwar Ibrahim Sangkal Serahkan Wilayah Malaysia kepada Indonesia
Berikutnya, ada bantuan ekonomi sebesar 8,5 miliar dolar AS, serta bantuan kemanusiaan sebesar 3,4 miliar dolar AS.
Bantuan tambahan untuk Ukraina yang disetujui parlemen Amerika kali ini lebih besar dari jumlah awal yang diajukan Presiden AS Joe Biden—sebesar 33 miliar dolar AS. Menurut Sputnik, DPR AS menambahkan masing-masing sebesar 3,4 miliar untuk bantuan militer dan; 3,4 miliar untuk bantuan kemanusiaan pada rancangan awal Biden.
Putin Bakar Semangat Pasukan Rusia di Ukraina, Singgung Kemenangan Soviet atas Nazi
“RUU ini akan melindungi demokrasi, membatasi agresi Rusia, dan memperkuat keamanan nasional kita sendiri. Sementara yang paling penting adalah mendukung Ukraina,” kata politikus Partai Demokrat, Rosa DeLauro, yang memimpin Komite Anggaran di DPR AS, kepada Reuters.
Beberapa politkus Partai Republik menentang RUU tersebut. Mereka mengkritik Partai Demokrat karena terkesan begitu terburu-buru untuk mengirim bantuan ke Ukraina dalam jumlah yang terlalu besar. Padahal, uang itu adalah pajak yang dibayarkan rakyat Amerika Serikat.
Rusia Kembangkan Rudal Hipersonik Generasi Terbaru
Kendati telah disetujui oleh DPR, RUU itu masih membutuhkan suara Partai Republik agar bisa lolos di Senat AS.
Presiden Rusia Vladimir Putin Kirim Ucapan Selamat Hari Kemenangan untuk Rakyat Ukraina
Senator dari Partai Republik yang pro terhadap kebijakan Biden soal Ukraina, Rob Portman mengatakan, dia mengharapkan dukungan yang memadai dari partainya agar RUU itu agar disahkan oleh Senat.
“Saya pikir (RUU) itu akan lolos (di Senat). Akan ada dukungan Republik yang signifikan,” ucapnya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku