Drone Hizbullah Bikin Pasukan Israel Kalang Kabut, Netanyahu Ikutan Pusing
TEL AVIV, iNews.id - Drone milik kelompok Hizbullah membuat militer Israel kalang kabut di medan perang Lebanon selatan. Bahkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ikut dibuat pusing karena teknologi sederhana drone tersebut sulit dideteksi sistem pertahanan canggih Israel.
Ancaman terbesar bagi pasukan Israel saat ini disebut berasal dari drone kamikaze Hizbullah yang menggunakan serat optik. Teknologi tersebut membuat militer Zionis belum memiliki solusi operasional efektif untuk menghadapi serangan di lapangan.
Stasiun televisi Channel 12 melaporkan, Komando Utara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terus mengintensifkan operasi intelijen guna memburu operator drone Hizbullah. Namun berbagai langkah yang dilakukan sejauh ini dinilai belum cukup menghentikan ancaman tersebut.
Netanyahu sebelumnya juga mengakui drone Hizbullah menjadi ancaman besar. Menurut dia, teknologi yang digunakan sangat sulit dilacak sistem pertahanan Israel karena tidak memanfaatkan sinyal radio maupun GPS.
Detik-Detik Drone Andalan Israel Hermes 450 Ditembak Jatuh Hizbullah
Drone Hizbullah diketahui menggunakan kabel serat optik tipis yang terurai selama penerbangan. Teknologi itu memungkinkan operator tetap mengirim perintah dan video secara langsung tanpa memanfaatkan sinyal nirkabel yang mudah dideteksi.
Akibatnya, serangan drone Hizbullah disebut menyebabkan kematian dan banyak korban luka di kalangan tentara Israel yang bertugas di Lebanon selatan.
Drone Serat Optik Hizbullah Jadi Mimpi Buruk bagi Pasukan Israel di Lebanon
Di tengah situasi tersebut, militer Israel justru dikabarkan bersiap memperluas operasi darat di Lebanon meski gencatan senjata masih berlaku sejak bulan lalu.
“Mengingat gencatan senjata dan pelanggaran yang terus berlanjut oleh Hizbullah, tentara Israel sudah bersiap di lapangan untuk memperluas operasi darat di Lebanon,” demikian laporan Channel 12.
Israel menuding Hizbullah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Padahal, militer Zionis juga terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata pada pertengahan April lalu.
Sumber militer Israel mengatakan pasukan saat ini tengah melakukan persiapan di lapangan sambil menunggu keputusan politik untuk memperluas operasi.
“Kami sedang mempersiapkan kemungkinan bahwa pimpinan politik akan memberikan lampu hijau memperluas operasi di Lebanon,” ujarnya.
Saat ini, tiga divisi militer Israel dilaporkan masih beroperasi di wilayah Lebanon.
Editor: Anton Suhartono