Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Saudi Gempur Yaman, 3 WNI Terjebak di Pulau Dajjal Socotra
Advertisement . Scroll to see content

Drone Penyerang Fasilitas Minyak Saudi Sempat Terbang di Atas Istana Raja Kuwait

Senin, 16 September 2019 - 19:02:00 WIB
Drone Penyerang Fasilitas Minyak Saudi Sempat Terbang di Atas Istana Raja Kuwait
Gambar dari sateli NASA menunjukkan asap membumbung dari kilang minyak Saudi (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

KUWAIT CITY, iNews.id - Otoritas Kuwait masih menyelidiki drone yang menyusup ke negaranya, bahkan sempat terbang di atas istana kerajaan, sesaat sebelum dua kilang Aramco Arab Saudi diserang, Sabtu (14/9/2019) dini hari.

Media berspekulasi, drone itu diterbagkan dari selatan Irak menuju sebelah timur ladang minyak Saudi melewati laut atau wilayah udara Kuwait.

Keterangan ini menjadi salah satu alasan keyakinan Amerika Serikat bahwa serangan terhadap fasilitas minyak Saudi tidak dilakukan dari Yaman, yakni oleh pemberontak Houthi, melainkan oleh Iran.

Pemerintah Irak pada Minggu menepis terlibat dalam serangan yang menyebabkan pasokan minyak Saudi berkurang hingga setengah itu. Irak menegaskan secara hukum berkomitmen mencegah penggunaan wilayahnya untuk menyerang negara tetangga.

Meski demikian, Irak juga merupakan rumah bagi beberapa milisi dan faksi paramiliter yang didukung Iran.

Surat kabar Kuwait Al Rai melaporkan, pada Sabtu subuh drone seukuran mobil kecil terbang dengan ketinggian sekitar 250 meter di atas istana kerajaan sebelum menyalakan lampunya lalu menjauh.

Drone terbang untuk periode cukup lama di atas kompleks istana di tepi laut yang menjadi kediaman Emir Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah. Namun saat itu Emir Sabah sedang menjalani pemeriksaan medis di Amerika Serikat.

Usai kejadian ini, Perdana Menteri Kuwait Jaber Mubarak Al Sabah memerintahkan diterapkannya langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di sekitar instalasi vital negara.

"Para pejabat keamanan memulai penyelidikan mengenai drone yang terlihat terbang di atas wilayah pantai Kuwait City," katanya, dikutip dari AFP, Senin (16/9/2019).

Penyusupan drone ini mengindikasikan wilayahnya sangat rentan menjadi target serangan. Apalagi, Kuwait juga negara anggota pengekspor minyak OPEC serta berbatasan langsung dengan Irak dan Arab Saudi di darat dan dengan Iran di laut.

Sebelumnya AS merilis gambar satelit untuk membuktikan bahwa Iran harus bertanggung jawab atas serangan dua fasilitas minyak Aramco.

Seorang sumber di pemerintahan AS mengatakan kepada media, gambar ini juga untuk membuktikan keraguan klaim pemberontak Houthi Yaman bahwa mereka lah pelaku serangan. Houthi merupakan kelompok Syiah yang menggulingkan pemerintahan Presiden Yaman President Abdrabbuh Mansour Hadi pada 2015, dan diduga kuat mendapat bantuan dari Iran.

Tuduhan bahwa Iran di balik serangan fasilitas minyak Aramco pertama kali disampaikan Menlu AS Mike Pompeo.

Sumber mengatakan, ada 19 titik terdampak serangan yang datang dari barat dan barat laut, bukan wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman, yakni di barat daya fasilitas minyak Saudi. Menurut dia, drone bisa diterbangkan dari lokasi peluncuran di Teluk utara, yakni Iran atau Irak.

Gambar close up serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak Aramco di Abqaiq menunjukkan serangan dari arah barat.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut