Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Tewaskan 7 Orang di Lebanon Selatan, Hancurkan Biara Katolik
Advertisement . Scroll to see content

Drone Serat Optik Hizbullah Jadi Mimpi Buruk bagi Pasukan Israel di Lebanon

Minggu, 03 Mei 2026 - 03:07:00 WIB
Drone Serat Optik Hizbullah Jadi Mimpi Buruk bagi Pasukan Israel di Lebanon
Kelompok Hizbullah menggunakan drone serat optik sebagai senjata andalan melawan Israel (Foto: Mehr News)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Kelompok Hizbullah Lebanon menggunakan drone kamikaze sebagai senjata andalan menyerang Israel. Drone serat optik, murah tapi mematikan, menjadi mimpi buruk bagi pasukan Israel di Lebanon selatan.

Senjata baru itu memaksa militer untuk menyesuaikan taktik melawan ancaman yang semakin mematikan.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi, sejauh ini dua tentara dan seorang kontraktor sipil tewas akibat serangan drone Hizbullah dalam waktu kurang 2 pekan. Jumlah yang mengalami luka lebih banyak lagi.

"Senjata tersebut kecil, murah, dan mudah didapat, seperti mainan anak-anak," kata peneliti senior Institut Studi Keamanan Nasional Israel (INSS), Orna Mizrahi, kepada AFP, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Penggunaan drone oleh Hizbullah merupakan ciri khas peperangan asimetris.

Dalam beberapa hari terakhir, Hizbullah lebih mengandalkan drone ini dan bisa membuat perubahan signifikan dari rentetan roket yang mereka luncurkan beberapa pekan setelah perang terbaru pecah pada 2 Maret.

Nahasnya, militer Israel saat ini tidak memiliki alat untuk menangkalnya karena tidak mempersiapkan diri untuk menangani bahan peledak berteknologi rendah.

Tidak seperti drone konvensional yang dipandu GPS atau radio sehingga bisa dicegat, drone kamikaze Hizbullah menggunakan perangkat yang terhubung ke lokasi peluncurannya melalui kabel serat optik yang membentang hingga puluhan kilometer.

Operator mengendalikan drone secara FPV, menggunakan layar atau kacamata realitas virtual yang hanya membutuhkan pelatihan terbatas.

“Karena tidak mengirim gambar melalui siaran radio dan tidak menerima perintah panduan melalui penerima radio, drone tersebut tidak bisa dideteksi perangkat intelijen elektronik atau diblokir melalui peperangan elektronik,” kata Arie Aviram, pakar yang menulis penelitian ini untuk INSS.

Kecepatan dan ketepatan drone bisa menyebabkan kerusakan cukup besar pada target Israel, dan kurangnya jejak elektronik membuat pasukan bergantung pada radar atau deteksi visual, yang seringkali terlambat.

Para ahli mengatakan biaya perakitan drone serat optik berkisar ratusan dolar hingga sekitar 4.000 dolar AS, tergantung pada kualitas dan jenis komponen.

Kepala media Hizbullah, Youssef Al Zein, mengatakan kelompoknya menggunakan drone tersebut yang diproduksi di Lebanon.

“Kami menyadari keunggulan musuh, tapi pada saat yang sama kami mengeksploitasi titik lemahnya,” ujarnya.

Bagi Israel, menembak jatuh drone murah menggunakan sistem pertahanan udara canggih dan jet tempur tidak berkelanjutan dan mahal.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut