Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ini Respons Dubes Iran soal Rencana Prabowo Jadi Mediator 
Advertisement . Scroll to see content

Dubes Italia untuk Kongo Tewas Setelah Konvoi Kendaraan PBB Diserang Kelompok Bersenjata

Selasa, 23 Februari 2021 - 10:19:00 WIB
Dubes Italia untuk Kongo Tewas Setelah Konvoi Kendaraan PBB Diserang Kelompok Bersenjata
Dubes Italia untuk Kongo Luca Attanasio akibat serangan kelompok bersenjata terhadap konvoi kendaraan PBB (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KINSHASA, iNews.id - Duta Besar (Dubes) Italia untuk Kongo Luca Attanasio tewas setelah konvoi kendaraan PBB diserang kelompok bersenjata, Senin (22/3/2021). Attanasio bertugas di Kongo sejak 2017.

Dia merupakan satu dari tiga korban tewas dalam serangan tersebut. Dua orang lainnya adalah pejabat kepolisian Italia, Vittorio Iacovacci, serta sopir berkerwarganegaraan Kongo, Moustapha Milambo.

Kemnterian Luar Negeri Italia menyatakan, konvoi kendaraan PBB itu hendak menuju sebuah sekolah di timur Kongo saat serangan berlangsung. Anggota rombongan lain mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kementerian Dalam Negeri Kongo menyatakan, empat orang lainnya diculik kelompok bersenjata, namun satu orang diselamatkan tentara.

Serangan terjadi saat konvoi melakukan perjalanan dari Goma, ibu kota wilayah timur Kongo, untuk mengunjungi proyek sekolah Program Pangan Dunia (WFP) di Rutshuru.

WFP menyatakan rute perjalanan sebelumnya sudah disterilkan sehingga rombongan tak dikawal pasukan keamanan.

Gubernur Kivu Utara Carly Nzanzu Kasivita mengatakan, kendaraan PBB diserang dan diarahkan ke hutan. Tentara Kongo dan penjaga Taman Nasional Virunga langsung datang untuk membantu sehingga terjadi baku tembak.

“Para pelaku menembaki duta besar dan pengawalnya itu," kata Kasivita, dikutip dari Associated Press, Selasa (23/2/2021).

Attanasio tertembak di bagian perut. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah.

Diplomat berusia 43 tahun itu meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil.

Serangan itu terjadi di daerah yang sama saat dua warga Inggris diculik oleh kelompok bersenjata tak dikenal pada 2018.

Kongo bagian timur merupakan rumah bagi banyak kelompok pemberontak yang semuanya berlomba untuk menguasai negara Afrika Tengah yang kaya sumber daya itu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut