Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Advertisement . Scroll to see content

Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai

Senin, 29 Juni 2026 - 09:26:00 WIB
Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai
AS dan Iran terlibat saling serang dipicu kesalahan dalam memahami poin MoU damai yang diteken kedua negara 17 Juni lalu (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya sepakat menghentikan aksi saling serang setelah konflik kembali pecah akibat perbedaan penafsiran terhadap nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai yang diteken kedua negara.

Kesalahpahaman mengenai aturan pelayaran di Selat Hormuz memicu bentrokan baru, meski sebelumnya Washington dan Teheran telah menyatakan perang berakhir.

Portal berita Axios, mengutip sumber pejabat senior AS, melaporkan konflik terbaru berakar dari perbedaan interpretasi terhadap salah satu poin dalam MoU Islamabad yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni lalu. Dokumen tersebut sebelumnya menandai berakhirnya perang yang berlangsung sejak 28 Februari, termasuk melibatkan Israel.

Berdasarkan isi MoU, Iran berjanji melakukan upaya terbaik untuk menjamin jalur aman bagi kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Sebagai imbalannya, AS sepakat mencabut blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kedua negara kini sepakat menghentikan seluruh aksi militer dan akan kembali ke meja perundingan di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6/2026). Agenda utama pembahasan bukan lagi program nuklir Iran, melainkan penyelesaian sengketa terkait implementasi kesepakatan di Selat Hormuz.

Perbedaan penafsiran muncul pada klausul mengenai pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

"Kami memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas kinetik," kata seorang pejabat senior AS kepada Axios, menggunakan istilah militer untuk menggambarkan penghentian seluruh operasi serangan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut