Duterte Umumkan Pensiun dari Politik, Buka Jalan bagi Putrinya Jadi Presiden Filipina
MANILA, iNews.id - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menyatakan mundur dari dunia politik. Diduga, dia sengaja melakukannya sebagai pembuka jalan bagi putrinya untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
Pernyataan ini dilontarkan pada Sabtu (2/10/2021) saat menemani rekannya, Senator Christopher "Bong" Go dari partai PDP-Laban untuk mendaftarkan pencalonannya sebagai wakil presiden dalam pemilihan tahun depan. Dengan mundurnya Duterte dari politik, dia juga batal mencalonkan diri sebagai wakil presiden dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun depan saat masa jabatannya berakhir.
"Saya akan mengikuti keinginan masyarakat dan hari ini saya mengumumkan pensiun dari politik," kata Duterte.
Sementara putrinya, Sara Duterte-Carpio saat ini menjabat sebagi Wali Kota Davao, kota terbesar ketiga di Filipina. Pada Sabtu, dia menyatakan akan maju dalam pemilihan calon wali kota lagi. Sebelumnya, dia juga mengatakan tidak akan mencalonkan diri sebagai pejabat nasional tahun depan.
Duterte Siap Turun Jabatan Jadi Wapres Filipina Tahun Depan: Saya Cinta Tanah Air
Meski demikian, para analis politik mencatat, perubahan keputusan di menit-menit terakhir masih mungkin terjadi.
Sebelumnya, banyak warga menentang pencalonan diri Duterte sebagai wakil presiden. Hal itu dianggap melanggar semangat konstitusi yang menetapkan presiden hanya dapat menjabat satu periode.
Analis mengatakan sangat penting bagi Duterte untuk memiliki penerus yang setia. Ini untuk melindunginya dari tindakan hukum baik di dalam negeri atau oleh Pengadilan Kriminal Internasional, atas kematian ribuan warga dalam perangnya melawan narkoba sejak 2016.
Pihak berwenang telah membunuh lebih dari 6.100 tersangka pengedar dan pengguna narkoba sejak Duterte menjabat pada Juni 2016. Kelompok-kelompok HAM mengatakan, polisi mengeksekusi tersangka dengan mengatakan mereka bertindak membela diri selama operasi penangkapan.
Polisi membantah pernyataan jika pihaknya sengaja mengeksekusi para tersangka.
Duterte merupakan pemimpin yang terkenal karena merangkul China dan meremehkan Amerika Serikat (AS), yang secara tradisional merupakan sekutu dekat Filipina. Dia tetap populer meskipun lawan-lawannya menuduhnya otoriter dan tidak toleran terhadap perbedaan pendapat.
Editor: Umaya Khusniah