Eks Striker AC Milan George Weah Butuh Waktu 12 Tahun Jadi Presiden
MONROVIA, iNews.id - Mantan pemain sepakbola AC Milan George Weah terpilih menjadi Presiden Liberia dalam pemilihan umum yang digelar bulan ini. Dia mengalahkan rivalnya Wakil Presiden Joseph Boakai dengan meraup 61,5 persen suara.
Ternyata, pemilik nama asli Jerome Korkoyah ini sudah merintis karier menuju 'Liberia 1' sejak belasan tahun lalu. Dia pertama kali ikut dalam pemilihan presiden (pilpres) Liberia pada 2005. Saat itu, dia kalah dari Sirleaf, presiden perempuan pertama tak hanya di Liberia tapi juga Afrika.
Kekalahan itu tak membuatnya patah semangat. Weah ikut kembali dalam pilpres 2011, namun lagi-lagi kalah. Dia harus mengakui rivalnyalah yang lebih diminati masyarakat.
Keburuntungan baru menghinggapi Weah dalam pilpres tahun ini. Komisi pemilihan umum Liberia, Kamis 28 Desember 2017, menyatakan pria yang maju melalui kendaraan Partai Kongres untuk Perubahan Demokrasi itu akan menggantikan posisi Presiden Ellen Johnson Sirleaf pada Januari 2018.
Kemenangan mantan striker AC Milan itu bisa dibilang cukup telak. Selain karena dia mengalahkan petahana yang lebih populer di kancah politik, perolehan suaranya cukup jauh di atas 50 persen suara pemilih dari total 98,1 persen.
Para pendukung Weah langsung turun ke jalan ibu kota Monrovia begitu hasil pemilu diumumkan kemarin. Mereka menari sambil menyanyikan "Ole, ole, ole".
Kemenangannya di pemilu kali ini pun tak mudah. Pria berusia 51 tahun itu harus melalui dua putaran, setelah pada tahap pertama pada Oktober lalu dia gagal mendapat suara 50 persen, melainkan hanya 38,4 persen. Sementara perolehan suara Boakai berada di bawahnya, 28,8 persen.
Weah diyakini akan membawa perubahan di Liberia. Ini karena salah satu kekuatan kemenangannya terletak pada orang muda.
"Saya mengenal dia, kita bisa membawa Liberia lebih baik lagi. Dia akan memberdayakan orang muda, perempuan, dan akan membangun negeri ini," kata seorang tokoh partai, Domah Johnson, dikutip dari The Guardian, Jumat (29/12/2017).
Satu-satunya pesepakbola Afrika yang pernah memenangkan Balon d'Or untuk pemain terbaik Eropa itu pernah bermain untuk klub Prancis Paris Saint Germain dan Italia AC Milan sebelum hijrah ke Inggris. Di sana dia bermain untuk Manchester City dan Chelsea.
Editor: Anton Suhartono