Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Peringatkan Kapal-Kapal Lintasi Selat Hormuz: Banyak Ranjau!
Advertisement . Scroll to see content

Eks Tentara AS Mualaf Dituduh Rencanakan Serangan Bom di Los Angeles

Selasa, 30 April 2019 - 10:48:00 WIB
Eks Tentara AS Mualaf Dituduh Rencanakan Serangan Bom di Los Angeles
Mark Steven Domingo (Foto: EPA-EFE)
Advertisement . Scroll to see content

LOS ANGELES, iNews.id - Seorang veteran militer Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) ditangkap polisi karena merencanakan serangan masif dekat Kota Los Angeles. Aksi itu dilakukan sebagai balasan atas serangan terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru pada 15 Maret 2019.

Pria bernama Mark Steven Domingo (26) yang pernah ditugaskan dalam perang Afghanistan itu mengaku sudah memeluk Islam.

Dia ditangkap pada Jumat pekan lalu dan terancam dijerat dengan UU Federal karena berencana meledakkan bahan peledak rakitan saat demonstrasi kelompok nasionalis kulit putih di Long Beach pada akhir pekan.

Domingo ditangkap dengan cara dijebak oleh agen intelijen yang menyamar. Dia menerima bahan peladak yang dilengkapi dengan paku dari agen tersebut.

Menurut dokumen pengadilan, sebagaimana dikutip dari AFP, Selasa (30/4/2019), Domingo pernah menyatakan dukungannya kepada agen FBI yang menyamar itu untuk melakukan pembalasan atas serangan terhadap muslim.

Ada beberapa target yang disasarnya, di antaranya penganut Yahudi, gereja, dan polisi, namun Domingo memutuskan meledakkan bom rakitan di acara demonstrasi di Long Beach, namun digagalkan.

"Investigasi ini berhasil mengacaukan ancaman yang sangat nyata yang ditimbulkan oleh seorang prajurit tempur terlatih yang berulang kali menyatakan bahwa dia ingin menyebabkan jumlah korban maksimum," kata Jaksa Nick Hanna.

Pria yang bertugas di Afghanistan pada September 2012 hingga Januari 2013 itu menyampaikan pesan di sebuah grup online pada awal Maret, aksinya mengacu pada penembakan massal di Las Vegas tahun 2017 yang menewaskan 58 orang.

"Amerika membutuhkan Vegas lainnya, yang akan memberi mereka ketakutan yang dengan senang hati akan disebar ke seluruh dunia," katanya.

Bom itu dilengkapi ratusan paku dengan panjang 7 cm untuk digunakan sebagai pecahan dalam bahan peledak.

Domingo dituduh menyediakan dan berusaha memberikan dukungan materi kepada teroris dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut