Ekstrimis Hindu India Tembak Mati Pria Muslim Terkait Sapi

Anton Suhartono ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 13:32 WIB
Ekstrimis Hindu India Tembak Mati Pria Muslim Terkait Sapi

Pria muslim di Kashmir India ditembak mati kelompok ekstrimis Hindu terkait sapi (Foto: AFP)

SRINAGAR, iNews.id - Polisi India menyelidiki kasus pembunuhan terhadap seorang laki-laki muslim. Korban dihabisi kelompok ekstrem Hindu terkait peristiwa yang biasa disebut 'main hakim sendiri' atas penyembelihan atau penjualan daging sapi.

Menurut data Human Right Watch (HRW), 44 orang dibunuh terkait penyembelihan atau penjualan daging hewan yang dianggap suci di India itu sejak Mei 2015 sampai Desember 2018.

Menurut keterangan polisi, kejadian bermula saat sekelompok pria muslim membawa kuda dan melewati wilayah yang dihuni sekelompok Hindu di Kashmir pada Kamis (16/5/2019) dini hari. Saat itu mereka dihadang hingga terjadi bentrokan.

Salah seorang muslim berusia 50 tahuanan, Nayeem Ahmed Shah, ditembak di bagian kepala hingga meninggal di lokasi. Seorang lainnya yang menemani Nayeem, Yasin Hussain, mengalami luka. Usai kejadian, para pelaku melarikan diri dari lokasi.

"Kami sedang menyelidiki dugaan kasus 'main hakim sendiri' sapi," kata pejabat kepolisian setempat, MK Sinha, seraya menambahkan, tujuh orang telah ditangkap.

Insiden ini memicu kemarahan kelompok muslim. Mereka mendatangi kantor polisi setempat untuk memprotes. Tak hanya itu, mereka melempari batu ke arah polisi dan merusak beberapa kendaraan, menuntut agar para pelaku diserahkan kepada mereka.

Polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata disertai dengan pemberlakuan jam malam di daerah itu. Ratusan personel keamanan dikerahkan untuk mencegah bentrokan antaragama serta kekerasan menyebar.

Orang Hindu menganggap sapi sebagai hewan suci dan penyembelihannya dilarang di sebagian besar negara bagian India, termasuk Jammu dan Kashmir yang mayoritas penduduknya memeluk Islam. India masih membolehkan penyembelihan sapi untuk beberapa kategori, di ataranya hanya sengaja diternakkan.

Para kritikus mengatakan para ekstrimis Hindu semakin leluasa membunuh muslim dan pemeluk agama lain terkait sapi setelah Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa pada 2014.

Modi kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua dalam pemilihan yang berakhir pada Minggu (19/5/2019).


Editor : Anton Suhartono