Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Amerika Akan Masukkan Kartel Narkoba Terbesar Venezuela dalam Daftar Teroris, Jadi Alasan Serangan?
Advertisement . Scroll to see content

El Chapo, Raja Kartel Narkoba Meksiko Paling Kejam Dipenjara Seumur Hidup

Kamis, 18 Juli 2019 - 14:41:00 WIB
El Chapo, Raja Kartel Narkoba Meksiko Paling Kejam Dipenjara Seumur Hidup
Angkatan Laut Meksiko mengawal El Chapo Guzmán pada Februari 2014. (FOTO: AFP/GETTY IMAGES)
Advertisement . Scroll to see content

MEXICO CITY, iNews.id - Pengadilan New York memutuskan raja narkoba Meksiko paling kejam, Joaquin 'El Chapo' Guzman, bersalah melakukan penyelundupan berton-ton narkoba ke Amerika Serikat (AS). Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan tambahan hukuman 30 tahun penjara.

Dia merupakan mantan kepala kartel Sinaloa, yang menurut para pejabat adalah pemasok narkoba terbesar ke AS.

Dalam sidang yang digelar Rabu (17/7/2019) di Brooklyn, jaksa mengatakan Guzman, yang disebut-sebut sebagai pemasok narkoba terbesar ke AS, akan menjalani hukuman di rumah tahanan Colorado dengan pengamanan maksimum.

Guzman yang berusia 62 tahun, dinyatakan bersalah atas 10 dakwaan, termasuk perdagangan narkoba dan pencucian uang, oleh pengadilan federal di New York.

Dia melarikan diri dari penjara Meksiko melalui sebuah terowongan pada 2015, tetapi kemudian ditangkap. Dia diekstradisi ke AS pada 2017.

Berbicara melalui seorang penerjemah tepat sebelum vonis dijatuhkan, Guzman mengatakan di ruang sidang Brooklyn, bahwa penahannnya di AS sama dengan "penyiksaan" dan mengatakan mendapat persidangan yang tidak adil.

Saat diadili selama 11 pekan, terungkap tindakan brutal yang dia lakukan.

Seorang saksi mengatakan, Guzman pernah mengubur seorang pria hidup-hidup dan dia memiliki kamar yang khusus dipakai untuk membunuh di salah satu tempat persembunyiannya.

Dalam persidangan, para juri dikawal ke dan dari gedung pengadilan di Brooklyn oleh militer karena jaksa berpendapat Guzman memiliki sejarah mengintimidasi saksi dan bahkan memerintahkan pembunuhan mereka.

Sementara pengacaranya, Jeffrey Lichtman, mengatakan pihaknya akan mengajukan banding.

Siapa itu El Chapo?

'El Chapo' (atau 'si Pendek') menjalankan kartel narkoba di Meksiko utara. Pada 2009, Guzman masuk di daftar orang-orang terkaya versi majalah Forbes, di urutan 701 dengan nilai kekayaan sekitar 1 miliar dolar AS.

Dia dituduh melakukan penyelundupan berton-ton obat terlarang ke AS. Selain itu, dia juga dituding melakukan konspirasi dalam pembuatan dan pendistribusian heroin, methamphetamine, dan ganja.

Dia juga disebut menggunakan pembunuh bayaran yang diperintahkan melakukan ratusan pembunuhan, percobaan pembunuhan, penculikan dan penyiksaan.

Salah satu rekan utamanya, bersaksi melawan dirinya.

Apa yang didengar selama persidangan?

Keterangan di pengadilan mengungkap kehidupan sang raja kartel narkoba yang mengejutkan. Jaksa menudingnya membius gadis-gadis berusia 13 tahun sebelum memperkosanya kemudian.

Saksi lain mengaku melihat Guzman membunuh setidaknya tiga orang.

Mantan pengawalnya, Isaias Valdez Rios, mengatakan Guzman memukuli dua orang yang telah bergabung dengan kartel saingannya.

"Hingga mereka benar-benar seperti boneka kain," kata Rios, seperti dikutip BBC, Kamis (18/7/2019).

Dia kemudian menembak kepala mereka dan memerintahkan tubuh mereka dibakar.

Dalam insiden lain, dia mengubur hidup-hidup anggota kartel saingannya, Arellano Felix, setelah sebelumnya membakar dan mengurungnya.

Guzman juga dituduh membunuh sepupunya sendiri karena berbohong dan memerintahkan pembunuhan saudara lelaki dari pemimpin kartel lain karena dia tidak menjabat tangannya.

Dalam persidangan juga terungkap rincian pelariannya dari penjara Altiplano dengan keamanan maksimum Meksiko pada 2015.

Putra-putranya membeli properti di dekat penjara dan arloji GPS yang diselundupkan ke penjara memberi lokasi yang tepat bagi para penggali.

Pada satu titik, Guzman mengeluh bahwa dia bisa mendengar penggalian dari selnya. Dia melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor kecil yang dimodifikasi agar bisa melewati terowongan.

Dia juga menggunakan perangkat lunak di teleponnya untuk memata-matai istri dan kekasihnya, yang memungkinkan FBI untuk mempresentasikan pesan teksnya di pengadilan.

Dalam satu rangkaian teks, dia menceritakan kepada istrinya bagaimana dia melarikan diri dari sebuah vila dalam penggerebekan oleh pejabat AS dan Meksiko, sebelum memintanya untuk membawakan pakaian baru, sepatu, dan pewarna kumis berwarna hitam.

Menurut analisis BBC, Guzman tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Joaquin 'El Chapo' Guzman tahu nasibnya bahkan sebelum dia memasuki ruang sidang.

Hukuman wajib untuk kejahatannya adalah penjara seumur hidup. Karena itu, fokusnya selama persidangan sering menyimpang ke istri dan keluarganya yang hadir di pengadilan.

Dari meja terdakwa, dia melambaikan tangan dan meniup ciuman ke mereka, tahu itu mungkin terakhir kali dia melihat mereka.

Dia juga menggunakan saat terakhirnya di depan umum untuk mengeluh tentang sistem peradilan AS, tidak menunjukkan penyesalan atas kejahatannya.

Berbicara melalui juru bahasa sambil duduk, dia mengatakan dia ditolak oleh pengadilan yang adil dan bahwa AS tidak lebih baik dari negara korup lainnya.

Hal itu jelas melukai hati jaksa. Mengacungkan jarinya langsung ke Guzman, Asisten Pengacara AS Gina Parlovecchio membalas dan mengatakan dia pantas dihukum seumur hidup karena keserakahan, kekerasan, dan korupsi.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut