Erdogan: Turki Kembali ke Kehidupan Normal Mulai Maret 2021
ANKARA, iNews.id – Turki akan memulai langkah normalisasi pascapandemi Covid-19, yaitu kembali ke kehidupan normal secara bertahap mulai Maret 2021. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, langkah itu diterapkan berdasarkan kategori tertentu dari satu provinsi ke provinsi lain.
Menurut dia, pemerintah akan mengelompokkan provinsi-provinsi di Turki ke dalam beberapa kategori, berdasarkan tingkat infeksi dan vaksinasi Covid-19. Beberapa kategori itu adalah provinsi berisiko rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi,
“Mulai Maret, kita mulai masa normalisasi bertahap,” ujar Erdogan setelah menghadiri rapat kabinet di Ankara, dikutip Reuters, Kamis (18/2/2021).
Dalam upaya normalisasi tersebut, Pemerintah Turki berencana membuka kembali sekolah secara nasional pada 1 Maret. Selain itu, aturan pembatasan kegiatan selama akhir pekan secara nasional akan dicabut di beberapa provinsi berdasarkan tingkat infeksi corona tadi.
Menteri Turki Tuduh AS Berada di Balik Kudeta Presiden Erdogan pada 2016
Turki sejauh ini memberlakukan jam malam, lockdown akhir pekan, dan pembatasan lainnya sejak Desember lalu, dalam menangani peningkatan kasus virus corona. Erdogan mengatakan, rencana pembukaan kembali kafe dan restoran yang ditutup selama berbulan-bulan akan diumumkan minggu ini.
“Kami secara bertahap mencabut pembatasan, dimulai dengan pembatasan di akhir pekan, berdasarkan infeksi, vaksinasi, dan kriteria lain di provinsi. Peta jalan untuk normalisasi dan kembali ke sekolah akan dievaluasi lagi dalam beberapa minggu mendatang,” kata dia.
Erdogan Ingin Konstitusi Turki Diubah Lagi, untuk Apa?
Turki sejauh ini melaporkan lebih dari 2,6 juta kasus dan hampir 27.000 kematian akibat Covid-19, sejak wabah dimulai Maret 2020. Lonjakan infeksi di negara itu masih berada pada angka 6.000-8.000 kasus baru per hari. Sementara, kegiatan vaksinasi Covid-19 sudah dimulai sejak Januari lalu.
Erdogan mengatakan, dia yakin Maret akan menjadi bulan di mana Turki akan membuat kemajuan besar dalam program vaksinasi. Pemerintah pun siap menambah regulasi yang diperlukan untuk pengadaan dosis. Vaksin corona buatan Sinovac asal China telah disuntikan kepada hampir 5,7 juta orang di Turki.
“Kami berada dalam posisi di mana kami dapat menghentikan dampak pandemi ini dengan kesabaran, dan dengan sedikit lebih banyak pengorbanan,” ujarnya.
Editor: Ahmad Islamy Jamil