Fakta Mengejutkan Luar Angkasa, Harga Baju Astronaut Bikin Melongo
JAKARTA, iNews.id - Fakta mengejutkan luar angkasa berikut mungkin akan membuatmu terbelalak sekaligus kagum. Banyak yang hingga kini masih berupa misteri yang menarik untuk dikuak.
Luar angkasa merupakan sebuah ruangan di luar Bumi yang hingga kini masih diperdebatkan luas akuratnya oleh para peneliti. Maka dari itu, tidak heran jika luar angkasa masih menyimpan banyak misteri.
Berikut fakta mengejutkan yang berkaitan dengan luar angkasa:
Merkurius memang planet yang paling dekat dengan matahari. Namun demikian, ternyata Venus menjadi planet yang memiliki suhu tertinggi yaitu sekitar 430-450 derajat Celsius.
Hal ini terjadi karena terdapat efek rumah kaca dalam atmosfer Venus. Selain itu suhu planet ini naik karena gas di atmosfernya.

Sementara itu, Merkurius tidak memiliki atmosfer yang berguna untuk mengatur suhu. Hal itu membuat suhu di planet tersebut mengalami fluktuasi. Rata-rata suhu permukaan Merkurius bisa lebih dingin dibanding Venus.
Planet Saturnus terkenal dengan keindahan cincinnya yang mengelilingi planet tersebut. Cincin Saturnus rupanya tidak berbentuk padat seperti yang terlihat, namun terbuat dari es dan batu. Susunan dari kedua bahan itu melayang dan membentuk gugusan hingga berbentuk cincin.
Peneliti memiliki fakta mengejutkan. Lintasan cincin Saturnus lebih panjang dari yang kita kira. Apabila ada mobil yang mengelilingi cincin Saturnus dengan kecepatan 75 m per jam, maka dibutuhkan waktu 258 hari untuk berhasil mengelilinginya.
Adapun cincin Saturnus bervariasi dalam ukuran dan panjangnya, yaitu 175.000 mil atau 175 km dan tebal 3.200 kaki atau 0,97536 km.
Bukan rahasia lagi jika biaya ke luar angkasa tidaklah murah. Salah satu perlengkapan yang wajib dimiliki astronaut sebelum bisa menjelajah ke luar atmosfer bumi adalah baju khususnya.
Diperkirakan, satu setel baju astronaut berharga 12 juta dolar AS atau sekitar Rp 174.8 miliar. Sebanyak 70 persen dari biaya itu dihabiskan untuk ransel dan modul kontrol.

Namun, pakaian antariksa yang digunakan NASA itu dibuat pada tahun 1974. Jika dikonversikan dengan harga sekarang, satu setel baju antariksa akan menelan biaya sekitar 150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun.
Fakta terakhir dari luar angkasa berkutat pada perbandingan planet tata surya dengan beberapa negara di Bumi. Beberapa peneliti menungkapkan, luas benua Australia melebihi luas bulan. Lebih tepatnya, diameter Benua Kangguru ini 600 km lebih lebar dari bulan.
Salah satu planet kerdil yang dulu sempat menjadi bagian tata surya, Pluto, juga terukur lebih kecil dari Amerika Serikat. Negara dengan penduduk terbanyak ketiga di dunia ini memiliki lebar sepanjang 2.800 mil atau 4.506,163 km. Sementara diameter Pluto 2.370 km. Itu berarti, Pluto lebih kecil dari ukuran Amerika Serikat.
Editor: Umaya Khusniah