Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pembangunan 10 Kampus Kerja Sama RI-Inggris
Advertisement . Scroll to see content

Ganja Laku Keras Selama Lockdown di Inggris

Senin, 01 Februari 2021 - 19:06:00 WIB
Ganja Laku Keras Selama Lockdown di Inggris
Pengguna ganja di Inggris melonjak selama lockdown pandemi Covid-19 (Ilustrasi, Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Jumlah pengguna ganja melonjak selama lockdown atau karantina wilayah pandemi Covid-19 di Inggris. Hal ini dipicu kejenuhan serta stres termasuk kalangan pengangguran yang baru kehilangan pekerjaan.

Permintaan yang besar menyebabkan geng-geng pengonsumsi ganja membanjiri beberapa wilayah. Ganja menjadi murah dan berlimpah di Inggris, sebab banyak kelab yang ditutup akibat lockdown, membuat permintaan obat-obatan seperti kokain dan ekstasi turun.

Disebutkan, kepolisian mencatat peningkatan 28 persen dalam kasus kepemilikan ganja. Pemicunya hukuman bagi pelanggaran terkait ganka tidak terlalu berat.

Layanan nasional Inggris di bidang narkoba, Release, melakukan survei terhadap pengguna dewasa. Ditemukan 7 dari 10 transaksi obat-obatan yang dilakukan selama pandemi virus corona adalah jual beli ganja. Pembeli mengaku menggunakan tanaman surga tersebut lebih banyak.

Bahkan, mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di bidang perhotelan banyak yang menjadi pelanggan dan terpikat oleh geng-geng yang mencari kurir. Para pegiat khawatir dampak jangka panjang obat tersebut pada remaja, di tengah kenaikan jumlah pengguna yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Peneliti London School of Economics, Mohammed Qasim, mengatakan, geng-geng pengguna ganja mengeksploitasi anak di bawah usia 20-an. Bahkan beberapa anak usia 16 tahun mendapatkan 21.000 poundsterling atau sekitar Rp405 juta setahun sebagai kurir. Mereka juga ditawari mobil, akomodasi, iPhone, hingga PlayStation.

Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono membentuk tim khusus untuk memburu pelaku curanmor besenpi. Foto: Antara

“Ada pasar pekerjaan ilegal yang sangat besar dengan kandidat mereka yang sempurna sudah tersedia," ujar Qasim, dikutip dari The Sun, Senin (1/2/2021).

Ganja merupakan obat paling umum digunakan di Inggris. Sekitar 33 persen dari total pengguna lebih sering mengonsumsinya daripada hanya sekali sebulan, dibandingkan dengan 8,7 persen pengguna kokain.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut