Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ngeri! Iran Tutup Bab Al Mandab, Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar per Barel
Advertisement . Scroll to see content

Gawat! Iran Beri Sinyal Tutup Bab Al Mandab, Jalur Pasokan Energi Dunia

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:28:00 WIB
Gawat! Iran Beri Sinyal Tutup Bab Al Mandab, Jalur Pasokan Energi Dunia
Iran memberi sinyal akan menutup jalur perairan Bab Al Mandab, akses menuju Laut Merah (Foto: Middle Eyes Eye)
Advertisement . Scroll to see content

BEIRUT, iNews.id - Iran memberi sinyal akan menutup jalur perairan Bab Al Mandab, akses menuju Laut Merah. Untuk mewujudkannya, Iran akan bekerja sama dengan sekutunya, kelompok HouthiYaman.

Langkah ini bisa membuka front pertempuran baru antara Iran melawan AS serta mengganggu dua jalur pasokan energi terpenting di dunia.

Seorang pejabat senior Houthi memperingatkan, militernya siap menutup Selat Bab Al Mandab, langkah yang menurutnya bisa membuat harga minyak melonjak hingga 200 dolar AS per barel. Ancaman itu akan diwujudkan jika Arab Saudi terus menyerang Yaman.

Mohammed Al Farah, anggota biro politik Houthi, menuduh Amerika Serikat (AS) menghasut Arab Saudi untuk menyerang Yaman. Dia menegaskan provokasi seperti itu tidak akan pernah menguntungkan AS.

"Jika situasi saat ini memburuk, Selat Bab Al Mandab dan Selat Hormuz akan ditutup dalam aliansi operasional. Harga minyak kemudian akan meroket hingga 200 dolar per barel, guncangan yang mengerikan," katanya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/7/2026).

Seiring meningkatnya konflik terkait Selat Hormuz serta memanasnya situasi di Yaman, para pengamat menilai Iran bisa memperluas konflik guna meningkatkan tekanan terhadap AS.

Ancaman itu dilakukan dengan memperluas dampak terhadap perdagangan global serta pasokan energi di luar Teluk.

Iran menunjukkan kekuatan strategisnya dengan mengganggu lalu lintas di Selat Hormuz yang membuat harga minyak melonjak.

Kini Iran siap membuka tekanan kedua yakni Bab Al Mandab, jalur perairan sempit menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jalur itu dilintasi untuk ekspor minyak Arab Saudi serta sebagian besar pelayaran global.

"Jika Hormuz adalah pengungkit strategis terkuat Teheran, Bab Al Mandab mungkin menjadi cadangan terakhirnya. Iran akan melakukan apa pun," kata pengamat Timur Tengah, Fawaz Gerges.

Iran, lanjut dia, berupaya menunjukkan kepada AS bahwa mereka bisa mengancam kedua jalur pelayaran penting tersebut secara bersamaan, mengubah konflik dari konfrontasi bilateral menjadi tantangan terhadap jalur laut yang menopang perdagangan energi global.

"Sekarang (Iran) meningkatkan eskalasi, baik di dekat maupun luar. Pesannya adalah bahwa bukan hanya Hormuz, tapi Bab Al Mandab ikut berisiko," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut