Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Abaikan Ancaman Rusia, Zelensky Ancam Balas Serang Peringatan Victory Day Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Gawat! Rusia Peringatkan Diplomat dan Warga Asing Segera Tinggalkan Kiev Ukraina

Jumat, 08 Mei 2026 - 03:00:00 WIB
Gawat! Rusia Peringatkan Diplomat dan Warga Asing Segera Tinggalkan Kiev Ukraina
Rusia memperingatkan para diplomat asing di ibu kota Ukraina, Kiev, untuk segera mengungsi (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Rusia memperingatkan para diplomat asing di ibu kota Ukraina, Kiev, untuk mengungsi keluar wilayah sehubungan rencana serangan besar-besaran pasukannya pekan ini.

Militer Rusia akan menggempur Kiev pada 8 dan 9 Mei jika Ukraina tak mematuhi gencatan senjata sepihak terkait peringatan 81 tahun Victory Day yang menandai berakhirnya Perang Dunia II. Rusia menggelar peringatan Victory Day dengan upacara di Lapangan Merah Moskow, dihadiri Presiden Vladimir Putin.

Dalam nota ditujukan kepada misi diplomatik asing dan organisasi internasional Rabu (6/5/2026), Rusia memperingatkan akan melancarkan serangan balasan ke ibu kota Ukraina, termasuk pusat-pusat pengambilan keputusan, jika peringatan Victory Day di Moskow pada 9 Mei diganggu.

Rusia mendesak para diplomat asing dan staf untuk memastikan evakuasi tepat waktu, termasuk warganya, keluar dari Kota Kiev.

Ukraina pada 5 dan 6 Mei lalu juga memberlakukan gencatan senjata sepihak atas alasan yang sama, namun Rusia menolak dengan terus menggempur negaranya. Serangan militer dari kedua pihak berlanjut hingga Kamis (7/5/2026).

Kedua negara saling melancarkan serangan hari ini, melukai 13 orang di kota perbatasan Rusia, Bryansk, dan satu orang di Dnipro, Ukraina.

Rusia memperingati Victory Day setiap 9 Mei dengan parade militer besar-besaran di Lapangan Merah. Oleh karena itu Rusia mengumumkan gencatan senjata sepihak dengan Ukraina 8 dan 9 Mei bertepatan dengan peringatan tersebut.

Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengkritik Rusia karena memaksakan kehendak untuk gencatan senjata pada 9 Mei, hari libur penting bagi Presiden Vladimir Putin.

Dia menyebut Rusia ketakutan drone-drone Ukraina akan berterbangan di atas Lapangan Merah saat perayaan berlangsung.

Sementara itu permintaan Ukraina untuk gencatan senjata pada 5 dan 6 Mei ditolak Rusia.

“Hampir sepanjang hari, hampir setiap jam, kami menerima laporan serangan dari berbagai wilayah,” kata Zelensky, merujuk pada 6 Mei.

Setidaknya empat orang tewas dalam serangan Rusia, termasuk dua orang di sebuah taman kanak-kanak di wilayah Sumy utara, menurut para pejabat.

Pertempuran juga berlanjut di garis depan. Seorang perwira Ukraina di front timur mengatakan kepada AFP, pasukan Rusia terus melakukan serangan infanteri dan berupaya untuk menyerbu posisinya.

Dalam pidatonya pada Rabu malam, Zelensky mengatakan Ukraina akan membalas dengan setimpal atas pelanggaran Rusia terhadap gencatan senjata.

Karena Rusia tidak mematuhi gencatan senjata yang diusulkan Kiev, unit kami akan membalas setimpal dan menangkal semua provokasi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut