Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Gedung Putih: Pertemuan Trump dan Kim Jong Un Digelar Akhir Februari

Sabtu, 19 Januari 2019 - 11:58:00 WIB
Gedung Putih: Pertemuan Trump dan Kim Jong Un Digelar Akhir Februari
Donald Trump dan Kim Jong Un saat bertemu di Singapura (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan bertemu dengan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un untuk kedua kalinya pada akhir Februari 2019. Namun tanggalnya belum dipastikan.

Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, Trump akan bertemu pada akhir Februari di lokasi yang akan diumumkan berikutnya. Kemungkinan besar pertemuan digelar di Vietnam.

Pengumuman itu disampaikan setelah Trump bertemu dengan pejabat senior Korut di Gedung Putih, Washington, Jumat (18/1/2019).

Tangan kanan pemimpin Korut Kim Jong Un, Kim Yong Chol, bertemu dengan Trump selama 1,5 jam. Selain membahas waktu pertemuan, keduanya juga menyinggung materi pertemuan yakni seputar denuklirisasi di Semenanjung Korea, sebagaimana juga dibahas dalam pertemuan pertama Trump dan Kim di Singapura pada 12 Juni 2018 di Singapura.

Sanders juga memuji upaya Korut untuk berekonsiliasi. Namun, kata dia, untuk saat ini AS masih mengenyampingkan permintaan untuk mencabut sanksi.

"Amerika Serikat akan terus mempertahankan tekanan dan sanksi terhadap Korut sampai kami melihat dan memverifikasi denuklirisasi sepenuhnya," kata Sanders, dikutip dari AFP, Sabtu (19/1/2019).

Menurut dia, sejauh ini AS telah menempuh langkah yang baik, demikian pula dengan Korut yang menunjukkan iktikad dengan membebaskan para sandera. Tahun lalu Korut membebaskan seorang warga AS. Di samping itu, Korut sudah menutup beberapa lokasi uji coba rudal dan senjata nuklir.

Dalam pertemuan pertama, Trump dan Kim menandatangani dokumen berisi komitmen Korut untuk mewujudkan denuklirisasi di Semenanjung Korea. Namun pengimplementasian kesepakatan tersebut jalan di tempat karena kedua pihak punya keinginan berbeda. AS ingin semua persenjatan nuklir dilucuti terlebih dahulu, sementara Korut ingin sanksi atas negaranya dicabut lebih dulu.

Sementara itu, Kim Yong Chol merupakan pejabat tinggi Korut pertama dalam 20 tahun terakhir yang bermalam di hotel mewah Washington, tak jauh dari Gedung Putih.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyambut Kim Yong Chol di hotel lalu berfoto bersama dengan latar belakang tokoh kulit hitam yang memperjuangkan jak sipil Martin Luther King. Setelah itu Pompeo mengundang delegasi Korut untuk makan siang.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut