Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siap Perang Panjang, Iran Tutup Pintu Negosiasi dengan AS
Advertisement . Scroll to see content

Gedung Putih Tegaskan Joe Biden Mundur dari Pilpres AS Bukan karena Alasan Kesehatan

Jumat, 26 Juli 2024 - 06:21:00 WIB
Gedung Putih Tegaskan Joe Biden Mundur dari Pilpres AS Bukan karena Alasan Kesehatan
Gedung Putih menegaskan keputusan Joe Biden mundur dari Pilpres AS 2024 bukan karena alasan kesehatan (Foto: EPA-EFE)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Gedung Putih menegaskan keputusan Joe Biden mundur dari pencalonan Pilpres AS 2024 bukan karena alasan kesehatan. Meski demikian kantor kepresidenan AS itu tak menampik bahwa Biden mengalami penurunan kemampuan kognitifnya.

Isu kesehatan muncul setelah Biden dan pesaingnya, Donald Trump, mengikuti debat perdana Pilpres AS 2024 pada 27 Juni lalu. Saat itu Biden tampak bingung dan kesulitan menyelesaikan pembicaraannya.

“Dalam suratnya dia berbicara tentang bangsanya. Dia berbicara tentang partainya. Dia berbicara tentang momen yang kita hadapi saat ini. Ini bukan tentang kesehatan. Saya bisa bilang bukan, bukan itu alasannya,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Karine Jean-Pierre, dikutip dari RT, Jumat (26/7/2024).

Jean-Pierre menegaskan, selama beberapa pekan Biden mampu menampik berbagai keraguan orang soal kesehatan. Pria 81 tahun itu juga konsisten untuk terus mencalonkan diri sebagai capres di tengah derasnya desakan agar dirinya mundur.

Menurut dia, kegagalan saat debat tersebut adalah akibat flu yang parah.

Jean-Pierre juga membantah bahwa Gedung Putih menutupi soal kondisi kesehatan Biden.

Dalam pidatonya pada Rabu malam, Biden menjelaskan keputusannya untuk mundur dari pencalonan. Meski berat badannya turun serta perkataannya tidak jelas, Biden tidak menyinggung soal perkembangan kondisi kesehatannya dalam pidatonya yang berlangsung 11 menit tersebut. Biden menjalani karantina selama beberapa hari setelah terpapar Covid-19.

Dia menegaskan, keputusannya untuk mundur didasarkan keinginan kuat bahwa generasi baru lebih cocok untuk melanjutkan kepemimpinan AS.

“Saya memutuskan bahwa cara terbaik ke depan adalah dengan meneruskan kepemimpinan kepada generasi yang baru. Itu cara terbaik untuk mempersatukan bangsa kita,” katanya.

Dia kemudian menegaskan kembali dukungan kepada Kamala Harris untuk menggantikannya sebagai capres. 

“Saya harus mempersatukan partai dalam upaya penting ini. Saya menghormati jabatan ini, tapi saya lebih mencintai negara saya,” tuturnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut