Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pneumonia Misterius Ditemukan di Rusia, Pasien Meninggal Dunia usai 3 Hari Dirawat
Advertisement . Scroll to see content

Geger! AS Mulai Turun Tangan Pantau Dugaan Wabah Pes Rusia

Senin, 05 Oktober 2026 - 11:51:00 WIB
Geger! AS Mulai Turun Tangan Pantau Dugaan Wabah Pes Rusia
Wabah Pes Rusia mulai dipantau Amerika Serikat. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id — Dugaan wabah pes di Rusia kini mulai mendapat perhatian Amerika Serikat. Pemerintah AS memastikan tengah memantau laporan mengenai kasus dugaan 'pneumonic plague' atau pes paru yang menyebabkan seorang pekerja laboratorium di wilayah Irkutsk, Siberia, meninggal dunia.

Pemantauan tersebut dilakukan bersama Centers for Disease Control and Prevention (CDC) serta sejumlah mitra antarinstansi pemerintah AS. Langkah ini diambil di tengah laporan mengenai seorang perempuan berusia 28 tahun yang bekerja di Institut Riset Antipes Irkutsk dan meninggal setelah mengalami pneumonia berat.

"Kami mengetahui laporan mengenai kasus fatal dugaan pes paru di Oblast Irkutsk, Rusia. Kami memantau situasi ini secara ketat bersama CDC dan mitra antarinstansi lainnya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip RFE/RL, Senin (5/10/2026).

Departemen Luar Negeri AS juga mendorong otoritas Rusia untuk segera menyampaikan informasi yang akurat dan terbuka mengenai perkembangan kasus tersebut. Hal ini dinilai penting mengingat pes paru merupakan bentuk pes yang dapat menular antarmanusia melalui droplet pernapasan dalam kontak dekat.

Selain Departemen Luar Negeri, Gedung Putih juga dilaporkan ikut memantau perkembangan situasi. Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut telah mengetahui laporan dugaan kasus tersebut dan tengah menilai berbagai kemungkinan langkah yang dapat diambil.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut